Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

PM Kamboja Hun Sen Tunggangi ASEAN tapi Rangkul Junta Myanmar

PM Kamboja Hun Sen Tunggangi ASEAN tapi Rangkul Junta Myanmar Kredit Foto: Reuters/Cambodian Government
Warta Ekonomi, Phnom Penh, Kamboja -

Jelang Kepresidenan Kamboja di ASEAN tahun depan, Perdana Menteri (PM) Hun Sen ingin merangkul Junta Myanmar.

Sejak kudeta di Myanmar 1 Februari lalu, sebagian besar negara ASEAN belum menerima pemerintahan baru negara itu. Salah satu caranya, dengan tidak mengundang pemimpin Junta Myanmar di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT ASEAN) Oktober lalu. Serta KTT ASEAN-China sebulan kemudian.

Baca Juga: PM Kamboja yang Temui Junta Myanmar Tunjuk Utusan Khusus ASEAN

ASEAN berdalih, Myamar tidak mencapai kemajuan yang memadai, sesuai dengan kesepakatan mereka dengan organisasi tersebut.

Namun, terlepas dari kekhawatiran yang diungkapkan oleh negara-negara ASEAN lainnya, PM Hun Sen kini menggembar-gemborkan keterlibatan organisasi itu dengan Junta Myanmar.

“Itu langkah terbaik ke depan,” ujar Hun Sen.

Sebagai langkah pertama dalam upaya pendekatannya, Hun Sen telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Junta Myanmar Wunna Maung Lwin.

Pertemuan berlangsung di Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh pada 7 Desember lalu. Hun Sen juga mengumumkan, akan mengunjungi Myanmar pada 2022. Untuk bertemu dengan para pemimpin senior militer. Termasuk panglima tertinggi dan pemimpin kudeta Min Aung Hlaing.

Charles Santiago, Ketua ASEAN Parliamentarians for Human Rights (APHR), jaringan anggota parlemen yang mengadvokasi Hak Asasi Manusia (HAM) di kawasan itu mengatakan, pendekatan ASEAN terhadap Myanmar tahun ini mungkin bukan keberhasilan yang fenomenal. Tapi, telah ada keberhasilan kecil.

Kata dia, salah satu keberhasilan itu adalah membatasi partisipasi Myanmar pada pertemuan ASEAN.

“Tapi sekarang Hun Sen mencoba untuk melemahkan pendekatan itu,” kata Santiago, dilansir Al Jazeera, kemarin.

Selain keterlibatan yang lebih besar dengan Tatmadaw-sebutan untuk militer Myanmar, tidak jelas apa yang akan dilakukan Ketua ASEAN di masa depan untuk Myanmar.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan