Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pertemuan Prabowo dan KASAD Dudung Dikuliti, Ternyata Ada...

Pertemuan Prabowo dan KASAD Dudung Dikuliti, Ternyata Ada... Kredit Foto: Kemenhan
Warta Ekonomi -

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS menyoroti pertemuan antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan KASAD Dudung Abdurachman.

Menjelang akhir tahun, keduanya bertemu untuk membahas rencana modernisasi dan kesiapan TNI AD untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Baca Juga: Tegas! Anggota DPR Ingin Panggil Panglima TNI Andika Perkasa dan KSAD Dudung karena Ini

Menanggapi hal itu, Fernando mengatakan, alat utama sistem senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista TNI) memang perlu dilakukan modernisasi untuk menjaga kedaulatan NKRI.

"Dalam pengadaan modernisasi alutsista sebaiknya diawasi oleh pihak yang berkompeten agar tidak disalahgunakan untuk memperkaya diri sendiri dan sekelompok orang," kata Fernando kepada GenPI.co, Jumat (31/12).

Menurut dia, modernisasi alutsista sebaiknya lebih mengutamakan untuk pengamanan laut dan udara yang lebih rawan mendapatkan gangguan dari negara lain.

Misalnya, melakukan modernisasi alutsista untuk menjaga Laut China Selatan yang menjadi prioritas TNI dan Kementerian Pertahanan.

Selain itu, sebaiknya juga pemerintah memaksimalkan perusahaan negara seperti PT PINDAD, PT PAL dan PT DI untuk kepentingan mendukung modernisasi alutsista TNI.

"Ketiga perusahaan tersebut sebaiknya bisa mengembangkan sistem alutsista sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada negara lain," katanya.

Sebelumnya, Prabowo dan Dudung memang bertemu pada 30 Desember 2021 di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Menyongsong 2024, Kepopuleran Prabowo Subianto Makin Ciamik

Diketahui, Prabowo memang sedang banyak bertemu denga kepala matra TNI.

Sebelumnya, Ketum Gerindra ini juga bertemu dengan KASAU Marsekal TNI Fajar Prasetyo.

Bahasannya pun mirip, yakni soal penambahan kekuatan alutsista bagi TNI.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan