Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Anies Klaim Kerja Senyap Tangani Banjir DKI, Eh Orang PDIP Nyeletuk: Karena Gak Ada yang Dikerjakan!

Anies Klaim Kerja Senyap Tangani Banjir DKI, Eh Orang PDIP Nyeletuk: Karena Gak Ada yang Dikerjakan! Kredit Foto: Instagram/Anies Baswedan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI, Gembong Warsono mengkritik keras Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kritik itu untuk merespons pernyataan Anies Baswedan yang mengaku selalu bekerja senyap mengatasi banjir di Jakarta.

Gembong lalu dengan nada sinis mengatakan, bahwa apa yang dikatakan Anies Baswedan itu tidak salah. Hanya saja kerja senyap Anies Baswedan tidak menghasilkan apa-apa.

Kata gembong bukti dari Anies Baswedan tidak melakukan apa-apa terkait penangan bencana alam tahunan itu terkonfirmasi dari dari banjir yang menjerang Jakarta selama dua hari beruntun sejak Selasa hingga Rabu (19/1/2022) kemarin.

Baca Juga: Pimpinan DPR Beberkan Alasan Pemindahan IKN, Wilayahnya Mas Anies Terlalu Banyak Masalah

"Ya kerja senyap, karena memang tidak ada yang dikerjakan. Ya memang senyap pak Anies betul itu bahasanya memang enggak ada yang dikerjakan," kata Gembong ketika dikonfirmasi Kamis (20/1/2022). 

Selama empat tahun memimpin Jakarta Anies kata Gembong tidak berbuat banyak soal penanganan banjir,tidak program yang menonjol untuk mengatasi masalah tersebut.

Anies lanjut Gembong hanya melakukan kegiatan yang sudah menjadi rutinitas pemerintah provinsi DKI Jakarta seperti mengeruk sedimen yang mengendap di sejumlah kali dan sungai di Jakarta.

Menurut Gembong, kegiatan itu bukan sebuah program jitu menangani banjir di DKI. Sebab mengeruk lumpur untuk menambah daya tampung kali atau sungai memang sudah dilakukan Pemprov DKI Jakarta jauh sebelum Anies Baswedan menjadi Gubernur.

Dia lantas menyebut Anies Baswedan memang tidak tidak punya inovasi dalam penanganan banjir.

"Tidak mengerjakan apa-apa, tidak ada aksi apa apa kecuali aksi yang bersifat rutin loh ya, gerebek lumpur itu aksi," tambah Gembong.

Terkait program sumur resapan yang pernah diklaim Anies Baswedan menjadi salah satu cara paling ampuh menangkal banjir Jakarta, Gembong mengatakan, program yang menguras Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) itu sama sekali tidak berfungsi. Buktinya Jakarta masih banjir hingga sekarang, bahkan kondisinya disebut jauh lebih parah dari banjir tahun-tahun sebelumnya.

"Makanya saya katakan kalau sumur resapan itu buktinya apa ya sekarang kan sudah bisa dibuktikan, sumur resapan itu faktanya tidak mengatasi persoalan banjir," terangnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.

Editor: Rosmayanti

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan