Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ketegangan di Laut China Selatan, Tentara China Lawan Kapal Perang Amerika

Ketegangan di Laut China Selatan, Tentara China Lawan Kapal Perang Amerika Kredit Foto: Reuters/Ross Justin Stumberg
Warta Ekonomi, Taipei -

Ketegangan terjadi di Laut China Selatan pada Kamis (19/1/2022) antara tentara Negeri Tirai Bambu melawan kapal perang AS.

Militer China mengatakan bahwa pasukannya mengikuti dan memperingatkan USS Benfold yang memasuki perairan dekat Kepulauan Paracel.

Baca Juga: Di Bawah Duterte, Ketegangan China dan Filipina di Laut China Selatan Memburuk

Peristiwa itu adalah peningkatan terbaru dalam ketegangan di jalur air yang disengketakan.

Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China mengatakan USS Benfold secara ilegal berlayar ke perairan teritorialnya tanpa izin.

Tindakan yang dianggap melanggar kedaulatan negara itu membuat angkatan laut dan udara China melacak kapal tersebut.

"Kami dengan sungguh-sungguh menuntut agar pihak AS segera menghentikan tindakan provokatif seperti itu, jika tidak maka akan menanggung konsekuensi serius dari peristiwa yang tidak terduga," ucap militer China.

Amerika Serikat sering melakukan apa yang disebutnya misi kebebasan navigasi di Laut China Selatan untuk menantang klaim teritorial China.

China telah mendirikan pos-pos militer di pulau-pulau buatan di perairan, yang dilintasi oleh jalur pelayaran vital dan juga mengandung ladang gas dan tempat penangkapan ikan yang kaya.

Laut China Selatan telah menjadi salah satu dari banyak titik panasdalam hubungan yang sulit antara China dan Amerika Serikat, 

Washington terus menolak tudingan Beijing terkait pelanggaran teritorial di Laut China Selatan.

China mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan. 

Sementara itu, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Filipina memiliki klaim yang tumpang tindih di wilayah laut yang kaya itu.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan