Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mas Anies Baswedan, Tebet Eco Park Memang Keren Sih, tetapi Bau dan Minim Lahan Parkir!

Mas Anies Baswedan, Tebet Eco Park Memang Keren Sih, tetapi Bau dan Minim Lahan Parkir! Kredit Foto: Instagram/Anies Baswedan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tebet Eco Park masih memiliki sejumlah kekurangan. Salah satunya, minimnya lahan parkir sehingga rawan memicu kemacetan.

Tebet Eco Park yang akan dibuka Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada bulan ini tengah menjadi sorotan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan warga meminta agar dilakukan perbaikan sebelum dibuka untuk umum.

Pekan lalu, DPRD meninjau taman ini. Mereka memberikan sejumlah masukan kepada Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut).

Ketua Komisi D DPRD, Ida Mahmudah menyebut, salah satu persoalan paling menonjol adalah bau busuk yang terendus di taman. Bau itu bersumber dari sungai yang melintas di tengah taman. Dia berharap, masalah bau tak sedap tersebut dapat terselesaikan sebelum Tebet Eco Park diresmikan.

“Dinas Pertamanan dan Hutan Kota harus berdiskusi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) sesegera mungkin untuk menyelesaikan. Semoga dalam waktu dekat bisa ada pengurasan, karena masih banyak lumpur,” ujarnya di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, Kamis (31/3).

Anggota Komisi D, Hardiyanto Kenneth meminta, Tebet Eco Park harus dapat membuat pengunjung nyaman.

Selain bau, Kenneth mengeluhkan soal keamanan taman. Menurutnya, Distamhut perlu menambah pasukan pengaman. Soalnya, taman seluas tujuh hektare ini dibangun tanpa pagar dan dibuka 24 jam.

Baca Juga: Malang Betul Ganjar Pranowo... Ceramah di Masjid UGM, Jamaah Tunjukkan Spanduk "Save Wadas"!

“Penjagaan dan pengamanan harus ketat, terutama pada jam rawan di atas pukul 11 malam. Jangan sampai taman yang sudah bagus disalahgunakan,” ujarnya, Senin (4/4).

Anggota Komisi D, Dedi Supriadi mengusulkan, Distamhut DKI memberi batas di sekeliling taman dengan menanam tumbuhan. Sehingga para pengunjung tetap tertib keluar masuk taman melalui pintu yang disediakan.

“Ini kan konsepnya tanpa pagar. Tapi kami juga ingin masyarakat bisa menghargai taman dengan baik. Minimal ada tanaman berapa layer. Sehingga masyarakat tetap memanfaatkan pintu-pintu yang disediakan,” ucapnya.

Minim Lahan Parkir

Warga sekitar khawatir Taman Eco Park memicu kemacetan. Andi, warga sekitar taman, mengungkapkan sebelum direvitalisasi, jalan di sekitar taman sudah macet. Itu lantaran banyak pengunjung taman yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.

“Apalagi nanti kalau ini sudah dibuka, pasti semakin banyak warga luar Tebet yang datang ke sini. Jadi, mohon dipikirkan untuk masalah parkir kendaraan pengunjung. Jangan sampai kami warga sini kena getahnya, jalanan makin macet,” harapnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan