Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ngeri! Terjadi 4 Ledakan dalam Sehari di Afganistan, 19 Orang Tewas

Ngeri! Terjadi 4 Ledakan dalam Sehari di Afganistan, 19 Orang Tewas Kredit Foto: Reuters/Ali Hashisho
Warta Ekonomi, Kabul -

Empat ledakan mengguncang Afganistan pada Kamis (21/4/2022). Akibatnya, belasan orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Dilansir dari BBC, ledakan pertama menghancurkan sebuah masjid Syiah di kota Mazar-i-Sharif. Akibatnya, sedikitnya 11 orang tewas dan lebih dari 30 lainnya terluka. ISIS mengakui sebagai dalangnya dengan meledakkan sebuah tas jebakan dari jarak jauh ketika masjid tersebut penuh jemaah.

Baca Juga: Masjid Syiah di Afghanistan Hancur Lebur Dihantam Ledakan, ISIS Pelakunya?

Menurut kelompok itu, serangan tersebut merupakan bagian dari operasi global yang sedang berlangsung untuk 'membalas' kematian mantan pemimpin dan juru bicaranya.

Insiden kedua terjadi ketika sebuah mobil diledakkan di dekat kantor polisi di Kunduz. Akibatnya, 4 orang tewas dan 18 lainnya luka-luka.

BBC juga menerima laporan tentang mobil Taliban yang melindas ranjau pinggir jalan di provinsi Nangarhar timur. Empat anggota Taliban tewas dalam kejadian ini, sedangkan satu orang lainnya luka-luka.

Ledakan keempat disebabkan oleh ranjau yang ditanam di daerah Niaz Beyk, Kabul. Akibatnya, 2 anak terluka.

Namun, ISIS belum mengeklaim sebagai dalang tiga ledakan terakhir tersebut.

Menurut saksi mata, ledakan di Mazar-i-Sharif terjadi di Seh Dokan, salah satu masjid terbesar yang digunakan kelompok minoritas Syiah setempat. Media berita Afganistan, Tolo News, melaporkan jumlah korban luka yang lebih banyak. Diwartakan setidaknya 65 orang terluka dalam ledakan itu. Jumlah korban tewas pun belum pasti dan dapat berubah.

Komunitas Syiah Afganistan kerap menjadi sasaran kelompok militan Sunni, termasuk ISIS.

Ledakan terseut terjadi saat jemaah bersiap menunaikan salat. Seorang wanita mengaku sedang berbelanja di pasar dekatnya ketika mendengar ledakan besar di dekat masjid.

"Kaca toko pecah dan situasinya ramai. Semua orang mulai berlarian," ungkap wanita yang enggan disebutkan namanya itu.

Kecaman pun datang dari Richard Bennett, pelapor khusus PBB untuk Afganistan bidang HAM.

"Hari ini lebih banyak ledakan mengguncang Afganistan. Sekali lagi komunitas Hazara menjadi korban. Serangan sistematis yang ditargetkan terhadap sekolah yang ramai dan masjid mendesak penyelidikan segera, pertanggungjawaban, dan diakhirinya pelanggaran HAM," tulisnya di Twitter.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan