Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pasca Lebaran, Bagaimana Perkembangan Harga CPO Global?

Pasca Lebaran, Bagaimana Perkembangan Harga CPO Global? Kredit Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pasca penutupan kran ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya pada akhir April lalu oleh Presiden Jokowi, telah berdampak positif terhadap kesediaan minyak goreng sawit di dalam negeri. Meskipun harga minyak goreng sawit kemasan dan curah masih terbilang tinggi, namun pasokannya banyak beredar sehingga masyarakat tidak kesulitan mencari minyak goreng. 

Melansir laman InfoSAWIT pada Selasa (10/5/2022), stok CPO pada akhir April 2022 di Malaysia mencapai rekor tertinggi sejak Oktober 2021 yakni 1,66 juta ton.

Baca Juga: 6 Alasan Larangan Ekspor CPO Layak Dicabut, Alasan Nomor 4 Bikin Ngenes!

Sementara itu, produksi CPO Malaysia mengalami peningkatan sebanyak 5 persen di bulan April 2022 menjadi 1,58 juta ton, sedangkan pasar ekspor menurun hingga 13 persen menjadi 1,10 juta ton. 

Tingginya stok CPO dan menurunnya permintaan pasar global, ternyata tidak menyebabkan turunnya harga CPO di pasar internasional. Melansir Bloomberg, kendati stok CPO di Malaysia terus meningkat, namun patokan harga terbaru di Malaysia pada pekan lalu, tercatat RM7.104/ton atau seharga USD1.643/ton.

Baca Juga: Segini Total Ekspor Produk Sawit pada 2021 yang Dicatat Kemenperin

Harga CPO di bursa Malaysia pada 29 April lalu mencatat rekor tertinggi yang mencapai RM7.104/ton, pasca Presiden Jokowi memutuskan penghentian ekspor CPO dan produk turunannya (28/4/2022).

Namun harga CPO terus mengalami penurunan usai dibuka kembali perdagangan CPO pasca lebaran. Hingga 6 Mei 2022, catat laman InfoSAWIT, harga CPO  telah menyentuh harga RM6.400/ton atau sebesar USD1.460/ton. 

Penulis: Ellisa Agri Elfadina
Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel:

Video Pilihan