Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ikut Komentari Kasus UAS dan Tuding Suka Sebar Kebencian, Ade Armando: Tak Layak Jadi Juru Dakwah

Ikut Komentari Kasus UAS dan Tuding Suka Sebar Kebencian, Ade Armando: Tak Layak Jadi Juru Dakwah Kredit Foto: Instagram/Ade Armando

Ade Armando menyebutkan contoh lain yang diberikan Kementerian Dalam Negeri Singapura bahwa Ustaz Abdul Somad menyebut bom bunuh diri adalah tindakan yang sah bila itu dilakukan untuk melawan kezaliman seperti konflik Israel-Palestina.

Pemerintah Singapura, lanjut Ade Armando, merasa perlu untuk tidak membiarkan Ustaz Abdul Somad berkeliaran di Singapura karena kehadirannya bisa mencederai keharmonisan antar umat di negara mereka.

"Ketegangan hubungan antar ras dan agama sudah mengancam Singapura sejak kelahirannya tahun 1965. Karena itu, Pemerintah Singapura selalu sensitif dengan potensi perpecahan bangsanya. Dalam konteks inilah mereka menolak Somad," katanya.

Baca Juga: Soal UAS dan Pendukungnya Gak Bakal Pengaruhi Hubungan Bilateral Indonesia dan Singapura

Tapi, lanjut Ade Armando, penolakan ini bukan hanya diterapkan Singapura kepada Ustaz Abdul Somad ataupun hanya pemuka Islam. Siapa pun yang dianggap mendorong bisa mendorong ketegangan rasial dan agama akan ditolak Singapura.

Ia menyebut, Singapura pernah menolak dua pendeta Kristen yang dianggap membenci Islam atau Islamophobia. Ade Armando juga menyinggung bahwa di sisi lain, bukan hanya Singapura yang menolak Ustaz Abdul Somad. Timor Leste, Hong Kong, Swiss, Inggris, dan Belanda.

"Jadi, penolakan terhadap kehadiran Somad adalah langkah yang bisa sangat dipahami. Penjelasan Singapura sudah sangat terang-benderang. Karena itu, apa pula yang harus dipertanyakan Sandiaga?" katanya.

Baca Juga: Sebut UAS Radikalis, Habib Husin: Ada Bukti, Pasti Diciduk!

"Kita di Indonesia juga memperjuangkan Islam yang damai. Kalau Somad terus menyuarakan kebencian, dia pun tidak layak menjadi juru dakwah di sini," ujarnya.

Di samping itu, Ade Armando juga heran dengan sikap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno yang tiba-tiba membela UAS.

"Anda tentu tahu Somad ditolak masuk Singapura. Kini, tiba-tiba saja, Sandiaga meminta publik agar tidak berprasangka terlebih dahulu. Dia juga berpesan agar publik memastikan informasi secara benar dan menyeluruh," kata Ade Armando dalam tayangan video berdurasi 8 menit tersebut.

Baca Juga: Efek Sebut AHY Jubir Koruptor, Giring Babak Belur Dicaci-maki: Kualitas Ketum Parpol Kok Kaya Buzzer, Cuitan Penuh Kebodohan!

Halaman:

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: