Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pemimpin Asia Sepakat Pererat Hubungan, Ini Faktor-faktor Penyebabnya

Pemimpin Asia Sepakat Pererat Hubungan, Ini Faktor-faktor Penyebabnya Kredit Foto: AP Photo/Aijaz Rahi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Para pemimpin negara di Asia memiliki komitmen yang sama untuk saling mempererat hubungan. Selain penguatan kerja sama ekonomi, negara-negara Asia bertekad untuk terus menjaga stabilitas perdamaian di kawasan. 

Komitmen itu disampaikan para pemimpin Asia dalam acara "27th International Conference on The Future of Asia" yang digelar pada 26-27 Mei 2022. Presiden Joko Widodo turut berpartisipasi dalam kegiatan yang mengambil tema "Redefining Asia's Role in a Divided World". 

Baca Juga: Ada G20 di Indonesia hingga APEC di Thailand, Netralitas ASEAN Diuji

Jokowi dalam pidatonya mengatakan, saat ini merupakan abad bagi Asia untuk berperan bagi dunia. Jokowi menginginkan agar kawasan Asia terus berperan sebagai katalisator dan mesin bagi stabilitas perdamaian dan kemakmuran global.

"Kita meyakini bahwa abad sekarang ini adalah abad Asia. Asia bukan hanya untuk Asia, tetapi Asia untuk dunia, apalagi di tengah dunia yang sedang terbelah,” kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, dikutip pada Minggu (29/5/2022).

Kendati demikian, masih banyak tantangan global yang harus dihadapi Asia. Beberapa tantangan itu adalah upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang belum merata. Ancaman gelombang varian baru Covid-19 pun masih harus diantisipasi.

Kondisi ini juga diperparah dengan terjadinya konflik Rusia-Ukraina yang mempengaruhi kontelasi geopolitik.

Jokowi mengingatkan, meskipun ekonomi Asia melambung 6,9 persen pada tahun lalu, pemulihan ekonomi belum terjadi secara merata. Asian Development Bank (ADB) memperkirakan, produk domestik bruto (PDB) Asia akan meningkat menjadi 5,2 persen pada 2022 dan menjadi 5,3 persen pada 2023 dengan kenaikan inflasi 3,7 persen pada 2020  dan 3,1 persen pada 2023. 

Jokowi menyampaikan, sejumlah upaya yang akan dilakukan Indonesia untuk mendukung upaya pemulihan. Pertama, meningkatkan kerja sama bilateral. Indonesia akan terus mengupayakan penguatan kerja sama ekonomi terutama dengan mitra-mitra strategisnya seperti Jepang.

Halaman:

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan