Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

CDC: Cacar Monyet di Amerika, Kini Sudah Menular Lewat Transmisi...

CDC: Cacar Monyet di Amerika, Kini Sudah Menular Lewat Transmisi... Kredit Foto: Reuters/Tami Chappell
Warta Ekonomi, Washington -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) memastikan, penyakit cacar monyet (monkeypox) di negaranya, kini telah menular melalui transmisi lokal.

"Kasus-kasus tersebut, tak hanya terjadi pada pria homoseksual, tetapi juga heteroseksual," kata Anggota CDC Dr. Agam Rao, dalam pertemuan panel, seperti dikutip Reuters, Kamis (23/6).

Baca Juga: Afrika Selatan Konfirmasi Kasus Pertama Cacar Monyet, Pasien Tak Punya Riwayat Perjalanan

Penyakit cacar monyet yang memunculkan lesi di kulit, diakibatkan oleh infeksi virus. 

Penyakit ini memicu kekhawatiran, karena telah berjangkit di sejumlah negara, yang tidak tergolong endemik seperti Afrika.

CDC juga menyampaikan, pihaknya telah menerima laporan penularan kasus cacar monyet dari kontak erat anggota keluarga. Terutama, mereka yang satu tempat tidur, atau menggunakan handuk bersama.

"Jadi, cacar monyet tak hanya menular lewat hubungan intim saja," ucap Rao.

Dalam wabah kali ini, ukuran lesi dilaporkan berukuran lebih kecil, dibanding cacar monyet klasik.

Bulan lalu, CDC telah mempublikasikan pedoman penggunaan vaksin Jynneos Bavarian Nordic's (BAVA.co) untuk kelompok berisiko cacar monyet, seperti petugas laboratorium dan sebagainya.

Sebelumnya, AS juga telah meluncurkan vaksin Emergent Biosolutions (EBS.N) ACAM 2000 untuk menangani kemunculan wabah tersebut.

Kamis (23/6) pagi, New York telah membuka klinik temporer untuk melayani vaksinasi cacar monyet (dua dosis vaksin Jynneos), bagi mereka yang memiliki risiko keterpaparan tinggi. Seperti pria gay dan biseksual.

"Kami telah menerima laporan kasus peradangan jantung atau miokarditis, yang terkait ACAM2000. Tapi sejauh ini, belum ada laporan dari penggunaan vaksin Jynneos," ungkap CDC.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan