Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Wabah PMK Masih Melanda, Bisa Kah Hewan Menularkan ke Manusia?

Wabah PMK Masih Melanda, Bisa Kah Hewan Menularkan ke Manusia? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) akhir-akhir ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat kalau virus tersebut nantinya akan menyerang manusia. Apakah ini mungkin terjadi?

Beberapa masyarakat khawatir akibat PMK yang saat ini merebak justru dapat menjadi penyebab munculnya penyakit baru yang menyerang manusia, apalagi di tengah kondisi Covid 19 yang belum juga usai.

Melihat hal tersebut, dr. Erni Juwita Nelwan, SpPD-KPIT mengatakan, sejauh ini kasus PMK sendiri tidak menularkan penyakit yang sama. Jika pun ada ia mengatakan hal tersebut tidak akan memberikan efek buruk kepada orang yang terkena.

Baca Juga: Cegah Penyebaran PMK, Peternak Diimbau Rutin Disinfeksi Kandang

Namun, Erni mengatakan kalau PMK pada manusia sendiri memiliki jenis khusus yang berbeda dengan varian yang menyerang hewan baru-baru ini.

Diketahui, PMK pada hewan dan manusia berasal dari virus yang sama, tetapi genus yang berbeda. Virus pada hewan memiliki genus Aphtovirus, sementara PMK pada manusia yaitu Enterovirus.

“Pada manusia sendiri ada juga PMK dari famili yang sama yaitu Picomaviridae, tetapi genusnya mereka beda. Kalau pada hewan genusnya Aphtovirus, kalau manusia Enterovirus dengan strain yang berbeda juga,” ucap Erni, dalam webinar, Minggu (26/06/2022).

Baca Juga: Genjot Vaksinasi Hewan, Pemerintah Targetkan 70 Persen Sapi Sudah Disuntik untuk Putus Penyebaran PMK

Sama halnya dengan yang terjadi pada hewan, PMK pada manusia sendiri disebarkan melalui berbagai hal seperti pertama sdanya kontak langsung dengan orang yang terinfeksi virus, kedua adanya sentuhan fisik dengan orang yang terinfeksi, ketiga menyentuh bagian wajah orang yang terinfeksi juga dapat membuat seseorang tertular, dan keempat menyentuh benda atau objek yang telah terdapat virus lalu mengusapnya pada bagian mata, hidung, atau mulut.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Annisa Nurfitriyani

Bagikan Artikel:

Video Pilihan