Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Memanas, Kiev Dihantam Rudal Rusia Saat Negara-negara G7 Lagi Kumpul di Jerman

Memanas, Kiev Dihantam Rudal Rusia Saat Negara-negara G7 Lagi Kumpul di Jerman Kredit Foto: Reuters/Oleksandr Ratushniak
Warta Ekonomi, Kiev, Ukraina -

Kiriman rudal Rusia yang menghantam blok apartemen berlantai sembilan di Ibu Kota Ukraina, Kiev pada hari ini, Minggu (26/6/2022), mengakibatkan satu orang tewas dan lima luka-luka.

Serangan itu terjadi, di hari pertama pertemuan puncak tahunan negara-negara G7 di Jerman.

Baca Juga: Di Medan Perang Paling Sengit, Rusia Dipandang Menang, Inilah Nasib Tentara Ukraina

Kepala Kepolisian Nasional Ukraina Ihor Klymenko mengungkap, seorang gadis cilik berusia 7 tahun, mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Ibunya yang bernama Katerina (35), berhasil diselamatkan dari reruntuhan dan langsung masuk ambulans.

"Dia warga negara Rusia, tapi sudah lama tinggal di Kiev," kata Klymenko seperti dikutip CNN, Minggu (26/6/2022).

Natalia Nikitina, nenek gadis cilik yang mengetahui kabar serangan tersebut secara online, langsung bergegas ke blok apartemen anaknya. Dia pun kontan menangis, ketika melihat tim yang mencoba menyelamatkan menantu perempuannya.

Gumpalan asap besar terus mengepul dari gedung, dua jam setelah serangan. Di lantai atas, hampir setiap jendela meledak. Tanah tertutup puing-puing dan logam bengkok.

Juru Bicara Angkatan Udara Ukraina Yurii Ihnat memperkirakan, hari ini Kiev dihujani empat hingga enam rudal.

"Kemarin, Rusia telah menggunakan pembom jarak jauh Tu22M3 dari wilayah udara Belarus untuk pertama kalinya, dalam serangan udara Ukraina," kata Ihnat.

Sementara itu, Wali Kota Kiev Vitali Klitschko mengatakan, warganya ada yang terjebak di bawah reruntuhan. Sebagian telah dievakuasi.

"Dua korban dirawat di rumah sakit " ujarnya via Telegram.

Klitschko menyebut, perang Rusia di Ukraina yang telah menewaskan ribuan orang, sangat tidak masuk akal. 

"Kita harus melakukan segalanya untuk menghentikan perang ini," tegasnya.

Lewat siaran TV, Penasihat Menteri Dalam Negeri Ladym Denysenko mengungkap, Distrik Shevchenkivsky kerap menjadi sasaran Rusia, karena memiliki banyak fasilitas infrastruktur militer.

Terkait hal tersebut, Presiden AS Joe Biden menyebut, serangan hari ini sebagai tindakan barbar.

Dia menolak berkomentar, ketika ditanya apakah serangan itu merupakan bentuk provokasi yang disengaja selama KTT G7. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan