Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

PPP dan PAN Diwanti-Wanti, Jangan Sampai Dihukum Rayat Nanti

PPP dan PAN Diwanti-Wanti, Jangan Sampai Dihukum Rayat Nanti Kredit Foto: Antara/Novrian Arbi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga memberikan saran kepada Ketum PPP dan PAN.

Jamiluddin mengatakan, para Ketum Ketum PPP dan PAN harus mendengarkan aspirasi kadernya yang menginginkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres.

Baca Juga: Mohon Maaf Pak Ganjar, PDIP Lebih Pilih Puan karena Tak Akan Berkhianat

Menurutnya, mendengarkan aspirasi kader memang menjadi kewajiban setiap ketua umum partai.

"Hanya dengan mendengarkan aspirasi kadernya, PPP dan PAN akan tetap mengakar di tengah masyarakat," ujar Jamiluddin kepada GenPI.co, Rabu (29/6).

Akademisi dari Universits Esa Unggul menilai asumsi tersebut berlaku bila aspirasi kader PPP dan PAN memang bertolak dari masyarakat.

"Dengan begitu, apa yang disampaikan kadernya memang hasil serapan yang berkembang di masyarakat," ucapnya.

Pasalnya, jika terus mengabaikan aspirasi kadernya, sama saja para ketum dinilai sebagai sosok yang otoriter.

Baca Juga: Mohon Maaf Puan Maharani, Peluang Ganjar Menang di Pilpres 2024 Jauh Lebih Besar

"Sosok seperti ini tentu sudah tak layak memimpin partai di era demokratisasi seperti saat ini," jelasnya.

Partai yang tidak peka dengan aspirasi masyarakat sudah pasti akan mendapat hukuman.

"Tentu hukumannya partai tersebut tidak akan dipilih masyarkat pada Pileg dan Pilpres 2024," jelasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan