Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sulit Betul Jadi Anies Baswedan... Penutupan Holywings Disebut Hanya Pencitraan Belaka: Pendukungnya...

Sulit Betul Jadi Anies Baswedan... Penutupan Holywings Disebut Hanya Pencitraan Belaka: Pendukungnya... Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tak dimungkiri lagi menjadi salah satu capres potensial bahkan terkuat di luar lingkar kekuasaan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul, Anies Baswedan sudah mulai bergerak melakukan manuver politik.

Menurutnya, hal tersebut sangat terlihat dari langkah Anies yang menutup 12 outlet Holywings Indonesia di DKI Jakarta.

“Penutupan outlet Holywings yang dilakukan Anies Baswedan itu hanya pencitraan belaka,” ujar Adib Dilansir dari GenPI.co, Jumat (1/7).

Selain itu, Adib juga menduga kuat penutupan outlet Holywings bermuatan politik lantaran Anies memiliki pendukung yang cukup konservatif.

“Pendukung Anies memang kelompok Islam yang betul-betul konsentrasi terhadap isu-isu seperti itu,” ucapnya.

Baca Juga: Eks "Pasukan" Jokowi Mulai Merapat ke Anies Baswedan, Analisis Rocky Gerung Tajam Singgung Oligarki: Persiapan Menuju Istana!

Dirinya juga menilai Anies memiliki kedekatan yang tidak biasa dengan kelompok Islam tanah air yang konsentrasi terhadap isu-isu serupa.

“Anies itu dekat dengan Alumni 212 yang memang sigap terhadap isu-isu penistaan agama,” kata Adib.

Meski demikian, dari sisi politik, Adib menilai hal tersebut menjadi cara jitu untuk meraup suara elektoral.

Oleh sebab itu, menurutnya, Anies perlu memelihara momentum tersebut untuk menaikkan popularitasnya sebelum masa jabatannya habis.

“Menurut saya, itu jadi momentum yang harus dipelihara Anies Baswedan,” ujar Adib.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan