Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kisah Perusahaan Raksasa: China National Coal, Konglomerat Batu Bara Milik Negara Terbesar Kedua di China

Kisah Perusahaan Raksasa: China National Coal, Konglomerat Batu Bara Milik Negara Terbesar Kedua di China Kredit Foto: Twitter/sxcoal
Warta Ekonomi, Jakarta -

China National Coal Group Corporation adalah konglomerat pertambangan batu bara asal China.

Perusahaan ini bergerak dalam produksi dan penjualan batubara, bahan kimia batubara, manufaktur peralatan pertambangan batu bara, desain tambang batu bara dan jasa rekayasa terkait.

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: Dari Toblerone hingga Oreo, Mondelez Jenama Makanan Ringan dan Minuman Terkemuka di Dunia

Badan usaha milik negara China ini adalah salah satu perusahaan raksasa Fortune Global 500 di peringkat 496 dunia, dengan total pendapatan (revenue) 25,8 miliar dolar AS.

China Coal Group diawasi langsung oleh Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara (SASAC) Dewan Negara. 

Konglomerat tersebut juga merupakan perusahaan pertambangan batu bara milik negara terbesar kedua di Cihna daratan, dan terbesar ketiga di dunia, tepat setelah Shenhua Group, mengutip Xinhua.

Perusahaan dibentuk pada Juli 1982 atas persetujuan Dewan Negar, pendahulunya adalah China National Coal Import and Export Corporation. Itu adalah perusahaan industri batu bara terpadu nasional yang bergerak dalam perdagangan luar negeri dan kerja sama ekonomi.

Seiring berjalannya waktu, bisnis utama China Coal Group adalah produksi dan perdagangan batubara, batubara untuk bahan kimia, pembangkit listrik, konstruksi tambang batubara, manufaktur peralatan pertambangan batubara dan jasa rekayasa yang relevan.

China Coal Energy Company Limited tercatat di Bursa Efek Hong Kong pada Desember 2006 dan kembali menjadi saham A pada Februari 2008.

China Coal Group mempertahankan saham di "China Coal Heilongjiang Coal Chemical Engineering Group" dan investasi ekuitas di Taiyuan Coal Gasification Group karena mereka masih menyediakan gas batu bara kepada warga secara non-profit.

Pada tahun 2009 korporasi itu kembali dimasukkan sebagai perseroan terbatas. Grup ini juga mengakuisisi Shanxi Huayu Energy di tahun yang sama.

China United Coalbed Methane, perusahaan patungan dari China Coal Group dan PetroChina, menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh China Coal Group juga pada tahun 2009.

Pada saat yang sama PetroChina mengakuisisi beberapa aset dari China United Coalbed Methane. China Coal Group kemudian menjual China United Coalbed Methane ke China National Offshore Oil Corporation secara bertahap dari 2010 hingga 2014.

Baca Juga: Ngabalin Sebut Faisal Basri Si Raja Fitnah, Gigin: Omongan Orang Gila Tak Perlu Digubris

Penulis: Muhammad Syahrianto
Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: