Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gak Terima Ganjar Pranowo Dibilang Pasti Keok Jadi Capres: Emang Siapa Itu Bambang Pacul? Situ Raja yang Bisa Kendalikan Rakyat?

Gak Terima Ganjar Pranowo Dibilang Pasti Keok Jadi Capres: Emang Siapa Itu Bambang Pacul? Situ Raja yang Bisa Kendalikan Rakyat? Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bidang Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan (PDIP), Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, meragukan keberhasilan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah jika nekat maju sebagai capres dari partai politik lain. 

Keraguan tersebut langsung dibantah tegas oleh Ketua Umum GP Mania, Immanuel Ebenezer. Ia tak terima kalau Ganjar disebut akan tumbang di Jawa Tengah, daerah yang menjadi kekuasaannya. Pasalnya, Ganjar dinilai punya pemilih hingga jutaan jiwa.

Baca Juga: Pengamat: Prabowo Unggul, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Bersaing Ketat

“Emang siapa Bambang Pacul? Raja di Jawa Tengah? Bisa menentukan suara dan pilihan rakyat Jawa Tengah?” kata Immanuel Ebenezer kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Pria yang akrab disapa Noel itu menyebut, suara Bambang Pacul dalam pemilu hanya ratusan ribu. Sementara suara pemilih Ganjar, jumlahnya jutaan. Buktinya, dua kali terpilih jadi Gubernur Jateng.

Apalagi, pemilih Ganjar tak hanya dari PDI Perjuangan. Melainkan masyarakat lain dari beragam parpol dan profesi. Baik yang tergabung dalam kelompok relawan maupun individu.

“Katakanlah pemilih Bambang yang ratusan ribu itu nggak milih Ganjar semua. Paling cuma nol koma sekian persen. Cobalah melek dan bangun tidur. Dengar suara dan keginginan rakyat soal pemimpinnya,” sindirnya.

Sementara itu Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengamini pernyataan Bambang Pacul. Sebab, dalam survei IPO, elektabilitas Ganjar adalah suara partai politik, dalam hal ini PDI Perjuangan. Bukan murni elektabilitas tokoh.

“Pemilih PDI Perjuangan itu kan loyal dan militan. Katakanlah nanti Puan Maharani yang diusung, tentu struktural dan kultural Banteng Jateng satu suara,” kata Dedi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Namun begitu, Dedi menilai, pernyataan Bambang Pacul kurang bijak. Diingatkannya, sudah banyak contoh kader partai atau tokoh yang lagi moncer, kemudian didzolimi, akan meraih simpati. Dia menyarankan, elite PDI Perjuangan menempatkan Ganjar sesuai porsinya. Tak perlu diserang.

“Pak Ganjar juga tak akan mendahului dan melanggar keputusan partai, khususnya Ketua Umum. Jangan sampai, menjadi senjata bagi kelompok pendukung Ganjar untuk kick balik,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Lestari Ningsih

Bagikan Artikel: