Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Meleknya Teknologi Digital Harus Sejalan dengan Kehidupan Sehari-hari

Meleknya Teknologi Digital Harus Sejalan dengan Kehidupan Sehari-hari Kredit Foto: Unsplash/Andrew Le
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di masa sekarang teknologi digital sudah masuk Global Accurated Acces Media 4.0 dan 5.0 sebagai acuan tindak lanjut mempermudah mobilitas hidup dengan tersedianya e-mail Letter Acces dan lainnya sehingga kita jangan tabu terhadap dunia digital. Setiap individu diharapkan bisa memahami literasi yang hari ini terjadi bahwa dunia telah berubah ke arah digital.

"Kecakapan digital mampu menghadirkan ruang gerak yang cepat terukur detail mempermudah akses satu sama lain dan jelasnya ada efisiensi dana tenaga dan waktu bagi masyarakat luas," kata Staf Bidang Kesiswaan SMAN 6 Medan, Ihsan Suhada Matondang saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah DKI/Jakarta Banten, pada Rabu (3/8/2022), melalui keterangan tertulis yang diterima.

Baca Juga: Sopan Santun Berinternet di Tengah Perbedaan Kultural Pengguna Media Digital

Dalam hal ini masyarakat global dapat memanfaatkan teknologi untuk penyebaran budaya, Ihsan mengatakan beragam platform digital dapat dimanfaatkan sebagai media. Selain itu, budaya menjadi penting sebagai pilar dalam keutuhan sebuah bangsa dan budaya jangan sekadar aksi namun harus masuk dalam sosial media.

"Namun faktanya literasi digital masyarakat Indonesia masih terbilang rendah, maka untuk aspek pemajuan kebudayaan dari digital akan rendah juga," katanya lagi.

Meleknya teknologi digital harus sejalan dengan kehidupan sehari-hari. Memperkenalkan budaya termasuk di dalamnya, di mana sumber digital bisa menjadi sarana penyebaran budaya salah satunya lewat media sosial. Keanekaragaman budaya Indonesia sendiri merupakan identitas penting dan wajib untuk dilestarikan.

Perlindungan budaya bahkan harus diterapkan di era society 5.0 sekarang ini. Bahkan perlindungan budaya bisa dilakukan dengan dokumentasi. Peranan media digital dalam hal ini berupa kegiatan menyebarluaskan dan mensosialisasikan, serta menjaganya agar tidak diklaim negara lain.

Merespons perkembangan Teknologi Informasi Komputer (TIK), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Baca Juga: Digitalisasi Keuangan Sosial Syariah Dukung Pengembangan Ekonomi Syariah

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah DKI/Jakarta Banten, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya antara lain Dosen di Universitas Riau, Piki Setri Pernantah, Staf Bidang Kesiswaan SMAN 6 Medan, Ihsan Suhada Matondang, serta Executive Assistant Young on Top, Chelen, dan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia, Cut Meutia Karolina. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.iddan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi.

Baca Juga: Polri Resmi Tahan Istri Ferdy Sambo, Pakar: Keputusan Tepat

Editor: Ayu Almas

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: