Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Waketum Partai Garuda: Royalti Musik Bisa Menyesuaikan dengan Perkembangan Teknologi

Waketum Partai Garuda: Royalti Musik Bisa Menyesuaikan dengan Perkembangan Teknologi Kredit Foto: Instagram/Teddy Gusnaidi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perdebatan dua musisi Tanah Air, Anji dan Marcell Siahaan terkait royalti bukan masalah baru. Itu masalah klasik yang selalu menjadi diskusi dan perdebatan dari puluhan tahun lalu.

"Intinya adalah tentang transparansi royalti," ujar Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi dalam siaran pers, Sabtu (13/8).

Menurut Teddy, perdebatan ini tidak akan selesai jika masih menggunakan pola lama. Hal itu, bisa selesai jika memanfaatkan teknologi.

"Gunakan aplikasi seperti YouTube untuk tempat karaoke, di mana setiap diputar otomatis terhitung. Untuk konser atau di live di kafe, gunakan seperti kita memesan makanan di aplikasi ojek online," sarannya.

Kedua aplikasi itu, dinilai Teddy mudah dibuat dan digunakan. Dengan begitu, setiap ada yang menggunakan lagu untuk bisnis, otomatis para pemilik lagu akan mendapatkan laporan pada detik itu juga."Akan ketahuan berapa per hari lagu itu digunakan untuk bisnis. Sehingga masalah klasik ini bisa teratasi," tutur Teddy.

Bagaimana pemantauannya? Menurut Teddy, tentu harus dibuatkan regulasinya. Misalnya, jika tidak menggunakan aplikasi tersebut, pengguna lagu untuk bisnis bisa dipidana dan denda yang besar. Tanpa ada regulasi, hal ini tidak bisa berjalan.

"Masyarakat juga bisa memantau apakah lagu yang mereka nyanyikan di karaoke atau saat mereka dengar live di kafe terdata atau tidak? Jika tidak, mereka report ke link pemilik lagu. Begitupun pemilik lagu, bisa memantau langsung," ungkap Juru Bicara Partai Garuda ini.

Selain masalah transparansi teratasi, kedua aplikasi itu akan menjadi database yang bisa digunakan oleh para musisi untuk menilai pasar. "Yang tentu output-nya bisa menjadi sesuatu yang positif," tandasnya.

Sebelumnya, warganet dibikin heboh oleh perdebatan Anji dan Marcell Siahaan di medsos. Perdebatan bermula saat Anji mencurahkan kesedihannya kepada Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) tentang bagaimana LMK membagikan uangnya kepada para musisi.

"Suara untuk LMK (Lembaga Manajemen Kolektif). Banyak penyelenggara acara cerita, mereka ditagih untuk membayarkan royalti performing rights. Apalagi sekarang acara-acara konser/Festival sedang banyak dibuat. Begitu juga teman-teman yang memiliki kafe/resto/karaoke suka bercerita dan bertanya. Mereka bertanya: Bagaimana cara LMK membagikan uangnya kepada para Pencipta?" tulis Anji di Instagram pribadinya, Selasa (9/8).

Anji menjelaskan, baginya aliran dana royalti itu tidak transparan dan terdapat beberapa penyimpangan. Hal itu kemudian menyebabkan sejumlah pihak malas membayar royalti.

"Saya jawab: Tidak detail dan transparan penghitungannya. Bahkan ada uang 'parkir' dari Komposer yang tidak mengambil royaltinya (karena tidak tahu atau tidak mendaftar) sementara LMK tidak membuat pemberitaan tentang itu. Jadi sangat mungkin terjadi penyimpangan aliran uang," tulisnya.

Marcell yang merupakan ketua umum Prisindo, LMK yang khusus bergerak dalam pengelolaan serta pendistribusian Hak-hak Pelaku Pertunjukan (Performing Rights), lantas memberikan respons terkait unggahan Anji.

Dia menjelaskan, orang-orang yang menggunakan karya orang lain hanya perlu membayar royalti tanpa perlu mengetahui secara detail bagaimana dana tersebut disalurkan.

Situasi kian panas ketika Marcell menyinggung bahwa curahan hati Anji hanya akan menjadi konten untuk kepentingan pribadi Anji sendiri. "Iya, keresahan lo ini akan menjadi konten lo yang yang sangat menguntungkan, selamat ya!" tulis Marcell.

Tak terima dituding begitu, Anji pun langsung membalas. "Maksudnya konten apa ni Cell? Kok tendensius sekali kalimatnya?! Dengan postingan ini memangnya gue dapat keuntungan apa? Lo kan pejabat publik, kenapa gak terima masukan seperti ini?" balas Anji. Marcell, tak merespons lagi.

Baca Juga: Memiliki Potensi Besar, UUS Maybank Indonesia Dukung Pengembangan Industri Halal

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: