Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Godok Nama Kandidat Capres 2024, PKS: Salah Satunya Anies Baswedan

Godok Nama Kandidat Capres 2024, PKS: Salah Satunya Anies Baswedan Kredit Foto: Andi Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sampai saat ini masih mengkaji sosok yang akan diusung sebagai capres di Pilpres 2024. Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengaku, salah satu sosok tersebut adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Insyaallah Pak Anies salah satu yang dikaji, juga anak bangsa lain yang hebat-hebat masih masuk juga dalam daftar untuk dikaji dan didalami," kata Jazuli, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Baca Juga: Singgung Nasib Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang Belum Jelas untuk Nyapres, Arief Poyuono: Kemenangan Prabowo Sudah di Depan Mata!

Kandidat capres yang sedang dikaji tidak akan dibuka ke publik karena bukan untuk dipamerkan. Nantinya, PKS akan mengumumkan nama capres yang mereka usung setelah diputuskan. "Kuat tidak kuat itu nanti begitu diumumkan. Kami akan mengkaji, ini bukan pameran untuk dipamer-pamerkan," ujarnya.

Menurut dia, partainya akan menentukan dulu partai koalisi yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan PKS. Jazuli pun mengibaratkan mencari koalisi yang tepat sama dengan mencari perahu yang kokoh.

"Kami perlu mencari perahu yang kokoh jangan sampai perahu bocor di tengah jalan tidak sampai ke tepian dan tujuan," ujarnya.

Setelah mencari perahu, kemudian mencari nakhoda yang pas. "Jangan sampai sudah dapat perahu yang bagus, kita nggak dapat nakhoda yang pas, bingung pula enggak ngerti kompas. Ini penting. Perahu harus kokoh, nakhoda harus paham jalan dan kompas arah pembangunan sesuai dasar negara dan konstitusi kita," tutur Jazuli.

Baca Juga: PDIP Tak Mungkin Berjuang Sendiri di Pemilu 2024, Pengamat: Mustahil Gandeng PKS karena Alasan Ideologis

PKS, tegas dia, serius untuk membangun dan membuka komunikasi dengan partai mana pun untuk membangun koalisi yang sejalan. Jazuli menegaskan, belum mengumumkan koalisi secara terbuka bukan berarti tidak ada komunikasi politik.

"Itu persoalan gaya dan cara saja. Ada yang gayanya kayak orang pacaran, ke mana-mana ditenteng-tenteng di ujungnya kandas. Koalisi politik ini bukan persoalan pameran bukan pameran UMKM, tapi keseriusan," ujarnya.

Baca Juga: Sebut Ekonomi RI Tumbuh 5,3 Persen dan Bakal Jadi Nomer 1 di Dunia, Jokowi Diingatkan Kubu Demokrat Era SBY

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Republika.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel: