Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Direstui Joe Biden, Jet Tempur Amerika bakal Sikat Habis Markas Milisi Pro-Iran di Suriah

Direstui Joe Biden, Jet Tempur Amerika bakal Sikat Habis Markas Milisi Pro-Iran di Suriah Kredit Foto: Reuters/Axel Schmidt
Warta Ekonomi, Washington -

Fasilitas yang digunakan oleh milisi pro-Iran di Suriah timur menjadi incaran sejumlah pesawat jet tempur Amerika Serikat dalam serangan udara. 

Serangan diperintahkan oleh Presiden AS Joe Biden pada Selasa (24/8/2022), kata seorang juru bicara Komando Pusat (Centcom) Kolonel Joe Buccino dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilaporkan AFP.

Baca Juga: Jet Tempur Taiwan Pede Pamer Kekuatan di Depan Latihan Perang Militer China

Juru bicara itu mengatakan serangan dilakukan di provinsi Deir Ezzor yang kaya minyak. 

“Targetnya adalah fasilitas infrastruktur yang digunakan oleh kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran," kata Kolonel Buccino.

Dia mengatakan, serangan presisi ini dimaksudkan untuk mempertahankan dan melindungi pasukan AS dari serangan seperti yang terjadi pada 15 Agustus terhadap personel AS oleh kelompok-kelompok yang didukung Iran. 

Kala itu sejumlah pesawat tak berawak menargetkan pos terdepan pasukan anti-jihadis pimpinan AS tanpa menyebabkan kerusakan dan korban jiwa.

"Serangan udara pada Selasa menghantam sembilan bunker di kompleks yang digunakan untuk penyimpanan amunisi dan logistik," kata kolonel Buccino kepada CNN secara terpisah.

Militer AS pada awalnya bermaksud untuk menyerang 11 dari 13 bunker di kompleks itu.

Akan tetapi, serangan terhadap 2 bunker dibatalkan setelah sekelompok orang terlihat di dekatnya.

Kolonel Buccino menambahkan penilaian awal menunjukkan tidak ada yang tewas.

Pasukan AS mengambil tindakan proporsional dan disengaja yang dimaksudkan untuk membatasi risiko eskalasi dan meminimalkan risiko korban," kata kolonel Buccino dalam pernyataan Centcom.

Ratusan tentara Amerika dikerahkan di timur laut Suriah sebagai bagian dari koalisi yang fokus memerangi sisa-sisa kelompok ISIS.

Tidak ada konfirmasi segera mengenai serangan AS dari media pemerintah Suriah.

Serangan itu terjadi pada hari yang sama ketika media pemerintah Iran mengatakan seorang jenderal Pengawal Revolusi (IRGC) terbunuh pada Minggu.

Petinggi IRGC itu dikatakan yang sedang dalam misi di Suriah sebagai penasihat.

IRGC adalah cabang ideologis militer Iran dan dimasukkan dalam daftar hitam sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat.

Baca Juga: Pendapatan Asuransi Jiwa Capai Rp 164,55 Triliun, Turun 4% di Kuartal III 2022

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: