Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Terbelakang, Jumlah PLTS Indonesia Jauh di bawah Negara Asia Tenggara

Terbelakang, Jumlah PLTS Indonesia Jauh di bawah Negara Asia Tenggara Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pesatnya pertumbuhan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia sejak 2018 belum mampu menandingi beberapa negara tetangga di Asia Tenggara seperti Thailand.

Managing Director PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) Eka Himawan mengatakan jika dilihat dari pertumbuhan energi solar di Indonesia terlihat sangat pesat.

"Dari energy growth cukup besat dari 2018 hanya 72, sekarang ada 5.061 costumer atau sekitar 200 megawat," ujar Eka dalam webinar, Jumat (26/8/2022).

Baca Juga: Makin Terjangkau, Biaya Pemasangan PLTS Turun 80%

Eka mengatakan, besarnya potensi sumber daya matahari di Indonesia dan pertumbuhan pesat tersebut belum mampu membuat Indonesia menyamai ataupun menyusul capaian beberapa negara Asia Tenggara seperti Thailand ataupun Vietnam.

"Indonesia tergolong yang paling terbelakang, di mana Thailand lebih dari 5.000 megawat, Vietnam bahkan lebih dari 18 ribu megawat, padahal kita negara yang jauh lebih besar potensinya," ujarnya.

Hal tersebut terjadi, menurutnya, akibat masih minimnya dukungan dari pemerintah untuk investor yang masuk dari sektor energi solar.

"Dukungan pemerintah terhadap solar kurang dibanding negara lain," ungkapnya.

Lanjutnya, besarnya potensi yang dimiliki Indonesia rasanya harus mampu dimanfaatkan oleh Indonesia dan tidak hanya bergantung pada energi fosil yang sewaktu-waktu akan habis.

Eka tidak mau kondisi yang dahulu terjadi pada minyak divmana Indonesia pernah menjadi negara net eksportir minyak menjadi negara net importir akibat terus berkurangnya cadangan minyak.

"Energi di Indonesia kalau dilihat coal kita enggak akan pernah habis, tapi itu sebenarnya di suatu waktu kita juga net oil exportir bahkan kita bagian dari OPEC, dan sekarang jadi net oil importer, kalau misalnya melihat situasi batu bara di Indonesia kita nomor 3 eksportir terbesar di dunia padahal kalau dari sisi cadangan Indonesia nomor 7 di dunia," ujarnya.

Baca Juga: Citibank Indonesia Targetkan Kredit Tumbuh Single Digit Tahun Depan

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: