Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Begini Kemampuan Industri Perkebunan Sawit dalam Menurunkan Emisi Karbon

Begini Kemampuan Industri Perkebunan Sawit dalam Menurunkan Emisi Karbon Kredit Foto: Antara/Akbar Tado
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kontribusi perkebunan sawit terhadap penurunan emisi diperkirakan makin besar seiring dengan perbaikan tata kelola perkebunan sawit. Laporan PASPI mencatat, tata kelola yang dimaksud yakni dengan mengimplementasikan Good Agricultural Practices (GAP); efisiensi penggunaan input kimia (pupuk dan pestisida); penggunaan teknologi methane capture untuk menangkap emisi gas rumah kaca (GRK) dari limbah cair sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME); sekaligus menghasilkan renewable energy berupa biogas/biolistrik sebagai sumber energi pada kebun dan pabrik kelapa sawit (PKS).

"Selain itu, peningkatan produktivitas juga akan makin memperbesar kemampuan menyerap gas karbondioksida (carbon sink) pada perkebunan sawit. Peningkatan produktivitas akan menurunkan beban emisi baik melalui peningkatan carbon sink pada proses fotosintesis maupun menurunkan carbon source per ton minyak yang dihasilkan," catat laman Palm Oil Indonesia.

Baca Juga: Awali Pekan III September 2022, Harga CPO di KPBN Tercatat Naik 

Tidak hanya pada lingkup perkebunan, industri sawit melalui produksi produk hilir pada jalur biofuel juga mampu berkontribusi dalam penurunan emisi dan mitigasi perubahan iklim. Carbon stock yang terdapat pada tanaman kelapa sawit baik dalam bentuk minyak maupun biomassa dan limbah juga dapat menjadi solusi alternatif penggunaan energi fosil. Penggunaan biofuel sawit mampu mengurangi emisi karbon yang disebabkan penggunaan energi fosil.

Laporan PASPI juga mencatat, industri sawit mampu menghasilkan energi biofuel generasi pertama (biodiesel dan green fuel/biohidrokarbon) dari pengolahan minyak sawit (CPO/CPKO dan IVO); energi biofuel generasi kedua (biopremium/biogasoline/bioethanol, biopelet, biogas/biolistrik, biobara) dari biomassa sawit (tandan kosong, cangkang dan serat buah, batang dan pelepah); dan energi biofuel generasi ketiga (biogas/biolistrik dan biodiesel algae) dari limbah cair POME.

Baca Juga: Ngeri! Ternyata Tragedi Kanjuruhan Terkait dengan Kenaikan Harga BBM: Pikirannya Tidak Akan Bertemu pada Titik Normal Sekalipun

Penulis: Ellisa Agri Elfadina
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: