Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Minat Pariwisata Meningkat, Google Sarankan Pengusaha Hotel dan Agen Wisata Manfaatkan FBL

Minat Pariwisata Meningkat, Google Sarankan Pengusaha Hotel dan Agen Wisata Manfaatkan FBL Kredit Foto: Aston
Warta Ekonomi, Jakarta -

Momen pascapandemi telah membuat minat sebagian besar masyarakat Indonesia terhadap kebutuhan pariwisata semakin mengalami peningkatan. Apalagi dengan menjamurnya tren "healing" yang merujuk pada kegiatan menghilangkan stres atau penat yang dialami.

Co-Founder & CMO tiket.com, Gaery Undarsa menilai tren staycation dan "liburan dekat rumah" menjadi populer sebagai bentuk healing masyarakat dari lelahnya terkungkung dan ingin menemukan hidden gem Indonesia. Hal ini tidak dapat dimungkiri mengingat Indonesia memiliki banyak tujuan wisata yang menawarkan keindahan alam, keberagaman budaya, da berbagai aktivitas liburan.

Dalam Press Briefing: World Tourism Day 2022 pada Senin (26/9/2022), merujuk pada tren tersebut Gaery mengungkapkan, "tren ini turut tercermin dalam tingkat pemesaran akomodasi tiket.com yang naik selama tahun 2021-2022."

Baca Juga: Google Trends Catat Minat Healing Masyarakat Indonesia Meningkat sampai 500%

Data dari Google Destination Insight turut menunjukkan bahwa minat penelusuran pada kategori akomodasi memang mengalami kenaikan hingga 21% untuk periode Juni-Agustus 2022 dibandingkan dengan periode yang sama pascapandemi tahun 2019, di mana peningkatkan minat pada kategori akomodasi turut mendorong pertumbuhan perjalanan lokal dan mancanegara yang dilakukan oleh konsumen atau wisatawan.

Dalam satu tahun terakhir, Google Trends juga mencatat kenaikan minat pada tipe destinasi untuk healing, di mana penelusuran terkait "hotel" meningkat sebanyak 30%, disusul "pantai" naik 26%, "taman" naik 19%, "danau" naik 13%, dan "gunung" naik 7%.

Tren pada tahun 2022 juga menunjkkan peningkatan yang cukup signifikan untuk rencana rekreasi ke Desa Wisata di mana penelusuran terkait "Kintamani" menduduki angka paling teratas dengan mengalami kenaikan sebanyak 64%, disusul Lombok yang naik 34%, Singkawang naik 33%, Ijen naik 30%, Danau Toba naik 26%, Bunaken naik 23%, dan Sabang naik 22%.

Dalam acara yang sama, Vania Anindiar selaku Travel Industry Analyst, Google Indonesia mengatakan bahwa dengan tingginya antusiasme wisatawan domestik terhadap kota-kota kecil di Indonesia, hotel-hotel perlu belajar untuk menggaet wisatawan yang sudah semakin nyaman mencari informasi di dunia online.

Dalam hal ini ia mengungkapkan, "menggunakan alat seperti Hotel Free Booking Links dapat membantu pengusaha hotel untuk menemukan pelanggan baru dan menarik pemesanan langsung atau direct-booking."

Layanan Hotel Free Booking Links (FBL) dapat digunakan oleh para pengusaha hotel maupun agen pariwisata online untuk memperluas jangkauan layanannya dan memberikan pilihan yang beragam pada konsumen, dengan hanya klik link, wisatawan dapat menyelesaikan proses pemesanan langsung di situs partner atau situs hotel yang resmi.

Sebagai salah satu partner, Agustino Fernando selaku GM Online Distribution & Revenue Management dari Santika Indonesia Hotels & Resorts mengatakan bahwa Google telah membantu Santika Indonesia Hotels & Resorts melalui SEM dan FBL untuk menjangkau audiens melalui funnel awareness hingga consideration dan diarahkan langsung ke website resmi dari Santika Indonesia Hotels & Resorts.

Baca Juga: Pembangunan KEK Kura-Kura Bali Diharapkan Dapat Mendukung Quality Tourism di Bali

Penulis: Tri Nurdianti
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: