Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Koalisi Tembakau Minta Caleg PKB Kontrak Politik dengan Petani Tembakau

Koalisi Tembakau Minta Caleg PKB Kontrak Politik dengan Petani Tembakau Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Puluhan warga Jawa Tengah yang tergabung dalam Koalisi Tembakau for Gus Muhaimin 2024 (KTFGM 2024) menggelar bedah buku Visioning Indonesia: Arah Kebijakan dan Peta Jalan Kesejahteraan (2022) karya Dr H A Muhaimin Iskandar di Kawasan Wisata Alam Posong (Lereng Gunung Sindoro), Kledung, Merbabu, Jawa Tengah Kamis lalu.

Bedah buku bertajuk "Selamatkan Industri Tembakau untuk Rakyat" digelar di kawasan Kebun Tembakau dan dihadiri para pelaku industri tembakau dari beberapa kota di Jawa Tengah. Dalam acara tersebut, tercetus gagasan bahwa calon legislatif Partai Kebangkitan Bangsa (caleg PKB) harus berani menandatangani kontrak politik dengan para petani tembakau.

Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Identifikasi Hama, Petani Tembakau Probolinggo Ikuti Pelatihan

Koordinator KTFGM 2024 Bambang Elf mengatakan, kontrak politik Caleg PKB di depan para petani tembakau sebagai salah satu langkah strategis mengangkat harkat dan martabat Pelaku Industri Hasil Tembakau.

"Agar kelak ketika kelak para politisi tersebut memegang jabatan strategis di Pemerintahan, para petani mudah menagih komitmennya agar melahirkan regulasi yang berpihak kepada petani," katanya dalam keterangan pers, Sabtu (1/10/2022).

Sebelumnya, salah satu narasumber Ahmad Dimyati menyatakan, gagasan para politis harus berpihak serta berani memperjuangkan nasib pada petani tembakau.

"Panjangnya rantai perdagangan IHT (industri hasil tembakau) justru merugikan petani. Pangkal persoalannya, banyak regulasi pemerintah yang tumpang tinduh dan petani tembakau kena batunya," kata Dimyati.

Ketua HIPMI Temanggung, Nur Ahsan, menyatakan bahwa tembakau Temanggung mengalami penurunan produksi akibat kurangnya keberpihakan para stakeholder terhadap nasib pelaku industri tembakau.

Bahkan, ada pejabat yang tidak paham bagaimana mengelola tembakau. Padahal, dia pejabat yang seharusnya mengurusinya. Menurutnya, para petani dan pelaku industri tembakau agar mau mencoba berinovasi dan mengambil kesempatan pasar yang masih terbuka.

"Kalau Cak Imin jadi presiden, saya yakin beliau akan melindungi nasib kita semua, nasib petani, nasib pedagang, nasib buruh tembakau agar sejahtera," tegasnya.

Baca Juga: Ganjar Selalu Nomor Satu di Survei, Lembaga Abal-abal Disorot: Kita Tidak Perlu Menghiraukan

Penulis: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: