Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hasil Penelitian Asing Membuktikan Kalau Rokok Elektrik Efektif sebagai Alat Buat Berhenti Merokok

Hasil Penelitian Asing Membuktikan Kalau Rokok Elektrik Efektif sebagai Alat Buat Berhenti Merokok Kredit Foto: Unsplash/Pawel Czerwinski
Warta Ekonomi, Jakarta -

Para peneliti telah membuktikan kalau rokok elektrik memiliki efektivitas yang tinggi untuk digunakan sebagai alat berhenti merokok.

Hal ini dibuktikan melalui studi yang dilakukan Jamie Hartmann-Boyce berjudul “Electronic Cigarettes for Smoking Cessation (Review)”. Jurnal ini terbit dalam jaringan Cochrane, organisasi nonprofit asal Britania Raya yang berfokus pada studi kesehatan.

Negara ini memang terbilang progresif dalam hal rokok elektrik. Bahkan sejak tahun 2021 vape telah didaftarkan sebagai produk medis di Inggris dan dokter dapat merekomendasikannya kepada perokok yang ingin berhenti.

“Untuk pertama kalinya, riset ini telah memberikan kita bukti yang sangat meyakinkan bahwa rokok elektrik lebih efektif dalam membantu perokok untuk berhenti dibandingkan dengan terapi pengganti nikotin tradisional, seperti nikotin tempel dan permen karet, terlebih bila dibandingkan dengan yang berhenti tanpa bantuan alternatif sama sekali,” kata peneliti utama Jamie Hartmann-Boyce. 

Studi tersebut menunjukkan tingkat keberhasilan berhenti merokok dengan menggunakan rokok elektrik lebih tinggi dibanding terapi tradisional.

Selain itu, penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan terkait tingkat karbon monoksida, detak jantung, tekanan darah, dan kadar oksigen antara pengguna rokok elektrik dan terapi pengganti nikotin.

Di sisi lain, pengguna rokok elektrik cenderung lebih konsisten berkomitmen berhenti merokok, ketimbang pengguna terapi nikotin. 

Menanggapi hasil riset tersebut, profesor kedokteran sistem pernafasan Imperial College London Nicholas Hopkinson mendukung penggunaan rokok elektrik sebagai alat bagi perokok yang ingin berhenti, terutama mengingat risiko kesehatan yang disebabkan oleh merokok.

Ia menggarisbawahi aktivitas merokok sebagai pemicu dari berbagai kasus ketimpangan kesehatan, termasuk menjadi penyebab utama kematian prematur dan disabilitas.

“Masih ada lebih dari 6 juta orang yang merokok di Britania Raya, dan temuan ini secara kuat mendorong agar rokok elektrik dapat menjadi salah satu opsi yang dapat membantu mereka berhenti,” kata Nicholas. 

Senada dengan Nicholas, pimpinan kelompok riset tembakau dan alkohol University College London Sarah Jackson juga mendukung temuan riset Hartmann-Boyce.

Ia menekankan, temuan ini menunjukkan bukti yang jelas, menggunakan rokok elektrik menghasilkan risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan merokok.

Baca Juga: Bos BSI Buka-Bukaan Soal Akuisisi BTN Syariah, Begini Progresnya

Halaman:

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: