Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Standard Chartered Perkirakan Penurunan Bitcoin Pascakeruntuhan FTX

Standard Chartered Perkirakan Penurunan Bitcoin Pascakeruntuhan FTX Kredit Foto: Unsplash/Dmitry Demidko
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pertukaran kripto FTX yang runtuh sejak bulan lalu telah berkontribusi dalam memperpanjang musim dingin kripto, di mana gejolak juga terus terjadi dan banyak nilai mata uang digital terus mengalami penurunan, tidak terkecuali dengan Bitcoin (BTC).

Dilansir dari Cointelegraph pada Selasa (6/12/2022), Kepala Strategi Global Standard Chartered Eric Robertsen menyebutkan bahwa BTC diperkirakan akan mengalami penurunan mencapai US$5.000 pada tahun 2023. Pertimbangan dari Standard Chartered ini potensi penurunannya dipengaruhi oleh ekosistem mata uang kripto pascakeruntuhan FTX.

Hal ini juga selaras dengan laporan dari Bloomberg yang memuat sebuah catatan untuk investor yang diterbitkan pada 4 Desember lalu dari Robertsen yang menyoroti terkait penurunan nilai BTC yang berkorelasi dengan lonjakan emas fisik.

Baca Juga: SEBA Bank Gandeng HashKey untuk Proyek Adopsi Kripto Institusional di Hong Kong dan Swiss

Tidak hanya itu, skenario prospektif tahun 2023 juga dapat dilihat dari pembalikan suku bunga dari kenaikan, kebangkrutan sektor cryptocurrency lebih lanjut, dan sentimen negatif terhadap pasar.

Penurunan BTC tahun 2023 juga dapat menjadi penurunan lebih lanjut dengan penurunan 70% dari nilai pasar saat ini, sementara emas justru akan mengalami kenaikan hingga 30% mencapai angka US$2.250 per ons.

Namun meskipun begitu, para pendukung BTC terlepas dari hal ini masih memiliki optimismenya di mana salah satunya yaitu Tim Draper menggembar-gemborkan BTC dapat mencapai nilai US$250.000 di tahun depan. Pertimbangan ini didasari pada runtuhnya FTX yang telah mengarahkan pada desentralisasi yang lebih besar sehingga adopsi BTC dan peningkatan hak asuh sendiri oleh para investor semakin meningkat.

Baca Juga: BRIN Dikritik Usai Nama Habibie Hilang dari Panel Sejarah Iptek: Maunya Cuma Ada Nama Soekarno Gitu? Mau Bikin Negara Milik Nenek Moyang Ya?

Penulis: Tri Nurdianti
Editor: Rosmayanti

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: