Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sucor Sekuritas Manfaatkan Momentum Santa Claus Rally

Sucor Sekuritas Manfaatkan Momentum Santa Claus Rally Kredit Foto: MNC Sekuritas
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Sucor Sekuritas menyatakan bahwa Desember menjadi bulan paling menarik, selain menyambut natal dan tahun baru, adanya cerita terkait data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama 10 tahun, dimana sebanyak sembilan kali IHSG berada dalam zona hijau dan adanya aktifitas window dressing. 

CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, mengungkapkan bila setiap tahunnya, sucor sekuritas konsisten mengadakan santa claus rally di bulan Desember.

“Peluang santa claus rally bisa dilihat dari penambahan lapangan pekerjaan baru di AS sebesar 496 ribu, penambahan ini lebih tinggi dari angka consensus sebesar 400 ribu. Selain itu inflasi AS di bulan Oktober mengalami penurunan dari 8,2 persen menjadi 7,2 persen,” kata Bernard, dalam acara year and dinner Sucor Sekuritas pada hari Rabu (7/12/22). 

Baca Juga: Ini Strategi Manfaatkan Peluang di Pasar Forex Jelang Santa Claus Rally

Sedangkan dari dalam negeri, lanjut Bernard, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan pada Oktober 2022 mencapai US$ 5,67 miliar. Ekspor Indonesia pada Oktober 2022 tumbuh 12,30% (year on year) menjadi US$ 24,81 miliar. Dibandingkan bulan sebelumnya ada kenaikan sebesar 0,13%.

Sementara itu, kondisi ekonomi global akan mengalami tantangan di tahun 2023, dimana IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2023 dari yang sebelumnya 2,9% menjadi 2,7%. 

Ahmad Mikail, Ekonom Sucor Sekuritas mengungkapkan walaupun ekonomi Amerika melambat, tetapi IMF masih sangat optimis ekonomi akan tumbuh stabil di 2023 untuk Emerging Market Economy. Terlebih China saat ini sedang mempertimbangkan pembukaan kembali (reopening) ekonominya di tahun depan, jika ini terjadi maka ekspor Indonesia akan tumbuh 30-40 persen.

“Secara finansial, sektor Indonesia dikuasai oleh investor-investor asing, terutama bond market dari Amerika dan Eropa. Tetapi dari real sector, dari sisi investasi dan ekspor saat ini Indonesia sudah lebih dekat ke China,” terang Ahmad. 

Baca Juga: Ancaman Resesi Global, Kemenko Marves: Investasi Asing Jadi Harapan Satu-satunya!

Meskipun pelemahan ekonomi global membuat volume ekspor impor dunia melambat. Namun bagi negara yang ekonomi, ekspor dan investasi nya lebih dekat ke China, ketika China reopening ekonomi dan mata uangnya mengalami penguatan, ini menjadi efek positif untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penguatan nilai rupiah. 

Ahmad Mikail memprediksi Indonesia akan selamat dari jurang resesi, karena ekspor Indonesia jauh lebih banyak dari pada impor, selain itu dengan adanya Current Account Surplus maka pertumbuhan ekonomi akan relatif lebih kuat.

“Sedangkan untuk kuartal 4 kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi akan melambat, Karena adanya pelemahan rupiah,” ucapnya. 

Untuk sektor yang bisa kita cermati di tahun depan adalah emas yang diprediksi akan naik US$ 2.300 per troy ounce. Jika The Fed memotong suku bunga 200 basis poin, maka kemungkinan 2023 tingkat suku bunga kita di level 4%, sektor perbankan dan property akan diuntungkan, karena pertumbuhan kredit akan naik dan likuiditas akan bertambah.

Baca Juga: Bank Mandiri Bidik Penyaluran Kredit Tumbuh Hingga 12% pada 2023

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Advertisement

Bagikan Artikel: