Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Naik 19%, Produksi Batu Bara Adaro Energy Tembus 62,88 Juta Ton Sepanjang 2022

Naik 19%, Produksi Batu Bara Adaro Energy Tembus 62,88 Juta Ton Sepanjang 2022 Kredit Foto: Unsplash/Dominik Vanyi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan kinerja yang gemilang sepanjang tahun 2022. Berdasarkan keterangan resmi, dilaporkan bahwa perusahaan tersebut sukses mendongkrak produksi batu bara hingga menembus 62,88 juta ton. Capaian itu sudah melampaui target perusahaan yang berada di angka 58 juta ton dan lebih unggul 19% dari produksi di tahun 2021.

Sekretaris Perusahaan, Mahardika Putranto, mengungkapkan, prestasi yang diraih Adaro Energy pada tahun lalu berhasil memecahkan rekor tertinggi perusahaan. Adapun perolehan tersebut tidak dapat dilepaskan dari tingginya permintaan terhadap komoditas dan apiknya kinerja profesional tim. 

Baca Juga: Volume Penjualan Batu Bara Naik 39%, Adaro Minerals Beberkan Rahasianya

“Peningkatan angka produksi batu bara sejalan dengan naiknya volume penjualan. Kami mencatat, pada tahun 2022, Adaro Energy berhasil menjual 61,34 juta ton batu bara. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar 19% jika dibandingkan dengan volume penjualan tahun 2021 yang berada di angka 51,58 juta ton,” jelas Mahardika dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat, 17 Februari 2023.

Mahardika menambahkan, penyumbang terbesar naiknya volume penjualan Adaro Energy adalah produk batu bara termal CV menengah (4700 ke atas). Produk tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 22% menjadi 44,91 juta ton pada tahun lalu. Selain itu, penjualan batu bara metalurgi Adaro Minerals juga ikut melonjak 39% menjadi 3,20 juta ton.

Baca Juga: Siapkan Amunisi Rp4 Triliun, Adaro Energy Siap Buyback Saham

Dengan rekor baru yang berhasil ditorehkan, Adaro Energy optimistis dapat meningkatkan produksi dan volume penjualan batu bara pada tahun 2023 ini. Merujuk dari laporan yang sama, perusahaan swasta tersebut menargetkan mampu menjual batu bara sebanyak 62–64 juta ton yang terdiri dari 58–60 juta ton batu bara termal dan 3,8–4,3 juta ton batu bara metalurgi Adaro Minerals.

Baca Juga: Terlalu Dipaksakan, Adaro dan IST Diminta Segera Berdamai oleh Marwan Batubara

“Kami menyiapkan anggaran sebesar A$500–AS$600 juta untuk belanja modal rutin dan ekspansi yang akan kami fokuskan untuk bisnis pertambangan, jasa pertambangan, dan logistik. Kami juga mempunyai beberapa proyek di kawasan industri Kaltara, termasuk smelter aluminium dan PLTU yang menjadi sumber energinya, serta PLTA,” tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yohanna Valerie Immanuella
Editor: Yohanna Valerie Immanuella

Advertisement

Bagikan Artikel: