Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pembangunan Desa Masa Kini, Ridwan Kamil Beber Soal Kepemimpinan dan Digitalisasi

Pembangunan Desa Masa Kini, Ridwan Kamil Beber Soal Kepemimpinan dan Digitalisasi Kredit Foto: BOSF

Acara ini juga dihadiri oleh CEO School of Government and Public Policy (SGPP) Ony Avrianto yang juga menjabat sebagai Co-chair program BOSF di Indonesia.

Setelah sesi Kuliah Umum, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan sesi Diskusi Panel yang diisi oleh Distinguished Fellow Ridwan Kamil, CEO & Co-founder Mindtera Tita Ardiati, Head of Public Policy Diageo Indonesia Pirhot Nababan, Monitoring and Evaluation Specialist untuk Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sulawesi Tengah Malindo Andhi Saputra Marpaung, dan Program Coordinator – English Program British Council Indonesia Dian Yulianti Anggraini Pulumahuny, yang saat ini juga merupakan kandidat mahasiswa pascasarjana di School of Government and Public Policy. 

Adapun Pemerintah Provinsi Jawa Barat berfokus pada tiga pilar utama transformasi perdesaan, yaitu transformasi digital, ketahanan ekonomi dan sosial, serta pembangunan infrastruktur. Melalui transformasi digital, pemerintah bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi yang dapat membantu peningkatan efisiensi dan efektivitas tata kelola pemerintahan daerah serta mendorong kewirausahaan dan inovasi di daerah pedesaan.

Selain itu, menciptakan lapangan kerja juga merupakan pilar transformasi pedesaan guna mendorong kohesi sosial, ketahanan ekonomi dan sosial yang berbasis masyarakat. Yang terakhir, investasi pada pembangunan infrastruktur, termasuk jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya, untuk meningkatkan akses ke layanan esensial dan menghubungkan daerah pedesaan dengan kota.

BOSF berharap, hadirnya program ini dapat mendukung pemerintah dalam membuat kebijakan publik yang relevan dan menjawab tantangan masa kini, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dalam hal ini khususnya melalui pembangunan desa.

Adapun BOSF adalah program thought leadership yang bertujuan menghasilkan pendekatan inovasi yang efektif untuk memecahkan isu atau permasalahan pada sektor publik dan swasta di Indonesia.

Diselenggarakan melalui kerja sama dengan Sampoerna University (SU), School of Government and Public Policy (SGPP) Indonesia dan Blue Ocean Global Network, BOSF menjalankan program fellowship ini selama lima bulan guna berbagi inovasi dan pemecahan masalah yang menjadi fokus pembangunan di Indonesia, salah satunya pembangunan desa.

Sebagai penutup rangkaian program ini, BOSF akan menggelar CEO Roundtable pada Juni mendatang.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: