Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Di Pertemuan PBB, Menlu Retno Marsudi Gagah Ceritakan Masa Depan ASEAN

Di Pertemuan PBB, Menlu Retno Marsudi Gagah Ceritakan Masa Depan ASEAN Kredit Foto: Antara/Media Center KTT ASEAN 2023/Rommy Pujianto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyampaikan bahwa masa depan ASEAN harus green, sustainable dan inklusif bagi masyarakat ASEAN, melalui transisi energi di kawasan. 

"Masa depan ekonomi ASEAN juga digital melalui pengesahan ASEAN Digital Economy Framework Agreement, diharapkan dapat mempercepat pencapaian SDGs di kawasan," kata Retno, dalam keterangan resmi, Jumat (22/9/2023).

Baca Juga: Retno Marsudi Ajak Negara Anggota PBB Putuskan 'Lingkaran Setan' TBC dan Kemiskinan

Ada pun hal tersebut dia sampaikan saat membuka Pertemuan Tingkat Tinggi “Fostering Partnerships for our Common Future: Enhancing Multi-Stakeholder Partnerships to Accelerate the SDGs in ASEAN" di New York, Amerika Serikat.

Pertemuan yang digelar dalam rangkaian Sidang Umum PBB itu juga turut dihadiri oleh Perdana Menteri Thailand, Presiden Timor-Leste, dan Sekretaris Eksekutif UN-ESCAP.

Sebagai Ketua ASEAN, Indonesia menegaskan bahwa kemitraan inklusif untuk mencapai SDGs tetap menjadi prioritas di bawah tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth". 

"Kendati banyak tantangan sebagai Ketua ASEAN di tahun 2023, Indonesia tetap majukan Kawasan sebagai global epicentrum of growth, melalui penguatan ketahanan Kawasan dan membentuk agenda pembangunan Kawasan," tegasnya.

Dia mengatakan, kemitraan di bidang arsitektur kesehatan, ketahanan pangan dan energi, serta stabilitas keuangan akan melindungi kawasan dari future shocks yang dapat menghambat pencapaian SDGs. 

Baca Juga: Wakili ASEAN di PBB, Retno Marsudi Tegaskan Tiga Komitmen Capai Target SDGs 2030

“Kemitraan ini adalah satu-satunya jalan untuk pastikan kawasan ini sebagai epicentrum of growth." tandas Retno.

Baca Juga: Untuk B100, Pengusaha Sawit: Minimal Butuh Pasokan CPO 36 Juta Ton Per Tahun

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Alfida Rizky Febrianna
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: