Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tingkatkan Ketahanan Energi Nasional, Perlu Tingkatkan Bauran EBT

Tingkatkan Ketahanan Energi Nasional, Perlu Tingkatkan Bauran EBT Kredit Foto: Unsplash/Mariana Proenca
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan, Indonesia saat ini masih masuk dalam kategori yang cukup aman dalam hal ketahanan energi nasional.

Djoko menilai, untuk meningkatkan indeks ketahanan energi Indonesia yang pertama perlu dilakukan adalah dengan meningkatkan bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

"Nanti di tahun 2060 sampai dengan 60 persen, kemudian harga juga kita secara bertahap menuju ke harga pasar sesuai dengan nanti daya beli masyarakat," ujar Djoko dalam acara ISEW, Selasa (10/10/2023).

Baca Juga: DEN Bocorkan Revisi PP 79/2014 Sedang Dibahas

Selain itu, pemerintah juga sedang menyiapkan cadangan energi dengan meningkatkan kapasitas dari refinery, kemudian juga mengurangi impor tidak hanya LPG, tetapi juga BBM dan minyak mentah. 

"Kita alhamdulillah sudah mengurangi impor solar sampai dengan 0 persen dengan program B30 dan B35 dan juga meningkatkan infrastruktur EBT, kelistrikan, dan gas," ujarnya.

Lanjutnya, dalam hal mengurangi impor energi tersebut, Djoko mengklaim telah memiliki strategi  untuk mengurangi impor, yaitu dengan membangun infrastruktur dan meningkatkan EBT.

Pertama adalah pemerintah ingin mengurangi impor LPG kemudian minyak mentah dan juga BBM. Untuk mengurangi impor gasoline atau bensin tersebut, berdasarkan rencana sampai dengan 2030  sudah tidak impor bensin lagi dengan cara meningkatkan kapasitas kilang.

"Dengan membangun pabrik biofuel, kita sudah selesai membangun pabrik katalis merah putih sebagai katalisator untuk memproduksi green fuel, baik itu avtur, diesel, maupun gasoline berbahan baku 100 persen dari minyak sawit, kemudian kita sedang menggalakan kendaraan listrik dan juga kendaraan berbahan bakar gas. Ke depan juga akan ada kendaraan berbahan bakar hidrogen," ungkapnya.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, PLN Produksi Green Hydrogen 100 Persen dari EBT Kapasitas 51 Ton Per Tahun

Baca Juga: Satgas Pangan Pantau Stok-Harga Sembako di Pasar Kreneng Denpasar

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: