Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Survei Terbaru Sebut Masyarakat Menilai Kondisi Ekonomi Nasional Buruk

Survei Terbaru Sebut Masyarakat Menilai Kondisi Ekonomi Nasional Buruk Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru mereka, salah satu yang ditemukan dalam survei adalah anggapan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional.

Dalam survei Indikator, disebutkan masyarakat menilai kondisi ekonomi nasional buruk atau sangat buruk mencapai 40an persen.

Lebih banyak yang menilai kondisi ekonomi nasional buruk/sangat buruk, 40.3%, ketimbang yang menilai baik/sangat baik, 29.6%.

Temuan ini menunjukkan adanya tren positif yang menurun jika dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya.

“Lebih banyak yang menilai kondisi ekonomi nasional buruk/sangat buruk, 40.3%, ketimbang yang menilai baik/sangat baik, 29.6%,” demikian bunyi rilis Indikator pada Minggu (21/4/24).

“Dibanding temuan sebelumnya, persepsi positif cenderung menurun,” lanjutnya.

Pendiri Indikator, Burhanudin Muhtadi mengungkapkan survei yang dilakukan pada awal April sebelum Idulfitri ini menunjukkan masyarakat yang menilai kondisi ekonomi nasional buruk lebih banyak ketimbang yang mengatakan baik.

Rincian tersebut adalah 31,8 persen yang menilai buruk dan 8,5 persen yang menilai buruk. Yang tidak jawab/tidak tahu 1,1 persen.

Baca Juga: Erick Pastikan BUMN Antisipasi Dampak Ekonomi Usai Serangan Iran

“Kalau kita tanyakan di awal April jelang lebaran itu lebih banyak yang mengatakan kondisi ekonomi nasional buruk ketimbang yang mengatakan baik atau sangat baik. Kalau kita jumlah ada 31,8 persen yang mengatakan kondisi ekonomi nasional buruk, 8,5 persen sangat buruk, kalau kita jumlah ada 40 persen,” jelasnya dalam rilis hasil survei yang dilangsungkan secara daring.

Sementara itu yang menilai sedang terhadap ekonomi nasional berjumlah 29 persen dan yang menilai baik/sangat baik mencapai 29,6 persen.

Angka 29,6 persen didapatkan dengan rincian baik 26,5 persen dan sangat baik 3,1 persen.

“Yang mengatakan sedang itu 29 persen sementara yang mengatakan kondisi ekonomi nasional baik dan sangat baik kurang lebih 29,6 persen hampir 30 persen,” ungkap Burhanudin.

Indikator Politik Indonesia menggelar survei nasional melalui telepon pada 4-5 April 2024. Target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 83% dari total populasi nasional.

Sampel dipilih melalui metode Random Digit Dialing (RDD) sebanyak 1201 responden. RDD adalah proses pembangkitan nomor telepon secara acak. Margin of error survei diperkirakan ± 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: