Kredit Foto: Antara/Putu Indah Savitri
Dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan di Senin (29/12). Hal ini terjadi menyusul kondisi volume transaksi yang tipis menjelang libur akhir tahun, seiring pasar mulai mencermati prospek ekonomi dan kebijakan moneter pada 2026.
Dilansir dari Reuters, Selasa (30/12), Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya naik 0,09% ke 98,12.
Baca Juga: Ini Arah Kebijakan Moneter BI di 2026
Chief market strategist Bannockburn Capital Markets, Marc Chandler mengatakan pergerakan pasar saat ini belum mencerminkan sentimen yang kuat.
“Pasar kini fokus pada tahun depan. Mereka yang bertransaksi hari ini dan besok cenderung melakukan transaksi kecil di menit-menit terakhir, sehingga saya tidak melihat ini sebagai sinyal penting. Kami sudah beberapa hari berada dalam fase konsolidasi,” ujar Chandler.
Kalender ekonomi global relatif sepi menjelang libur dari Tahun Baru. Data Amerika Serikat menunjukkan penjualan rumah tertunda (pending home sales) naik 3,3% di November.
Indeks yang melacak kontrak penjualan rumah tersebut mencapai level tertinggi sejak Februari 2023. Hal tersebut memberikan sinyal ketahanan sektor perumahan di tengah suku bunga tinggi.
Pekan ini, perhatian pasar juga tertuju pada rilis risalah rapat dari Federal Open Market Committee (FOMC). Dalam pertemuan tersebut, bank sentral itu memangkas suku bunga dan memproyeksikan hanya satu kali penurunan suku bunga tambahan pada 2026.
Baca Juga: China Pangkas Tarif Impor Sejumlah Produk Mulai 2026
Meski demikian, pelaku pasar saat ini masih memperkirakan sekitar dua kali penurunan suku bunga tahun depan, menciptakan potensi perbedaan ekspektasi antara pasar dan Federal Reserve.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement