Perempuan Berperan Penting dalam Peningkatan Ekonomi RI di Tengah Pertumbuhan UMKM
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengungkapkan perempuan berperan penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
UMKM berkontribusi sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia dan 64,5 persen dari jumlah UMKM tersebut merupakan milik perempuan.
Baca Juga: Kemendag Dukung Percepatan Pemulihan Pasar Kuala Simpang Pascabencana Banjir
Ini disampaikan Wamendag dalam acara Dialog Interaktif Hari Ibu bersama Komisi Informasi (KI) Pusat yang digelar di Kantor Radio Republik Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.
“Dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaku UMKM perempuan dapat menjadi pelopor dalam inovasi, ketangguhan, dan kemajuan perdagangan,” terangnya, dikutip dari siaran pers Kemendag, Minggu (4/1).
Meski masih menghadapi kendala seperti terbatasnya akses pasar, modal, dan literasi digital, Wamendag Roro menjelaskan, berbagai inisiatif seperti pelatihan ekspor, digitalisasi, serta inkubasi bisnis mulai membuka peluang besar bagi perempuan untuk menembus pasar global. Pemerintah, dunia usaha, dan asosiasi perempuan selalu hadir mendorong pemberdayaan ini melalui kebijakan afirmatif, akses pembiayaan berbasis gender, serta penguatan jejaring usaha.
Wamendag Roro menguraikan, Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai langkah strategis.
Pertama, mereformasi kebijakan perdagangan dengan melibatkan asosiasi bisnis perempuan dalam konsultasi perdagangan dan melakukan penilaian dampak gender (gender impact assessment) dalam negosiasi perdagangan.
Kedua, memfasilitasi inkubasi dan pelatihan dengan memberikan pelatihan digital dan kesiapan ekspor untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta inkubasi bisnis perempuan berbasis pelatihan dan akses pasar.
Ketiga, menguatkan representasi dan kepemimpinan perempuan dengan mendukung kampanye publik dan pendampingan (mentorship) seperti oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, serta menerapkan manajemen berbasis talenta yang lebih akomodatif terhadap pegawai perempuan dalam penempatan jabatan publik.
Keempat, memperluas akses finansial dengan menyediakan layanan pinjaman mikro tanpa jaminan bagi perempuan berpenghasilan rendah, serta skema pembiayaan ekspor yang inklusif.
“Lebih jauh, untuk memaksimalkan pengembangan UMKM milik perempuan, Kementerian Perdagangan juga bekerja sama dengan International Trade Centre (ITC) melalui program SheTrades Hub Indonesia dan SheTrades Outlook, serta program Women in Trade for Inclusive and Sustainable Growth (WITSG) dengan Trade Facilitation Office (TFO) Kanada,” tegas Wamendag Roro.
Wamendag Roro memaparkan, Kementerian Perdagangan turut memperkuat peran UMKM dalam peningkatan ekspor nasional melalui pendirian Pusat Ekspor (Export Center) regional, termasuk klinik digital dan layanan terpadu untuk menyediakan pembinaan, pendampingan, dan penjajakan bisnis (business matching) guna membantu para pengusaha perempuan berekspansi ke pasar regional dan global.
Selain itu, Kementerian Perdagangan memiliki program bertajuk UMKM Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor.
Kementerian Perdagangan memberikan akses lebih luas bagi UMKM yang dipimpin perempuan ke pasar internasional, menawarkan dukungan terstruktur dan peluang strategis untuk meningkatkan daya saing global mereka.
Kementerian Perdagangan juga melihat bisnis yang dipimpin perempuan juga terlibat aktif dalam upaya Indonesia menuju ekonomi hijau, khususnya di sektor-sektor seperti ekonomi sirkular dan energi terbarukan, di antaranya melalui inovasi daur ulang fesyen, kemasan, dan limbah makanan.
“Tidak kalah penting, para perempuan diharapkan dapat mendukung perempuan lainnya dan bangga atas prestasi perempuan lain. Dengan demikian, perkembangan peran perempuan ke arah yang lebih baik dan lama dinanti dapat segera terwujud,” ujar Wamendag Roro.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement