- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Turun Saat Awal Tahun, Harga Minyak Bakal Terdongkrak Invasi ke Venezuela?
Kredit Foto: Djati Waluyo
Harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan di Jumat (2/1). Investor menimbang kekhawatiran kelebihan pasokan global dan risiko geopolitik, khususnya yang terjadi di Venezuela.
Dilansir dari Reuters, Senin (5/1), Minyak Brent ditutup turun menjadi US$60,75. Sementara Minyak Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) melemah ke US$57,32.
Baca Juga: Mengukur Bobot Strategis Minyak Venezuela di Tengah Eskalasi Global
Tekanan pada harga minyak terjadi meskipun risiko geopolitik tetap tinggi. Rusia dan Ukraina saling menuduh melakukan serangan terhadap warga sipil pada Hari Tahun Baru. Belum ada tanda negosiasi damai dari Kiev dan Moskow.
Dari Venezuela, ekspor minyak negara tersebut dilaporkan lumpuh setelah adanya pemblokiran seluruh kapal tanker yang terkena sanksi yang keluar dan masuk perairan negara tersebut oleh Amerika Serikat (AS).
Kelumpuhan ekspor juga terjadi setelah adanya penculikan dari Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Sang presiden diketahui ditarik paksa oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Negeri Paman Sam.
Trump di sisi lain menyatakan akan mengawasi proses transisi politik di Venezuela. Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk menempatkan militer di Caracas.
Baca Juga: Perebutan Cadangan Minyak Terbesar Dunia dalam Operasi 'Absolute Resolve' di Venezuela
Meski ketegangan geopolitik meningkat, investor tetap fokus pada prospek kelebihan pasokan global, yang dinilai masih membatasi ruang kenaikan harga minyak dalam jangka pendek.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Advertisement