Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OJK Ungkap Pergeseran Portofolio Dana Pensiun Sepanjang 2025

OJK Ungkap Pergeseran Portofolio Dana Pensiun Sepanjang 2025 Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perubahan strategi investasi industri dana pensiun seiring menurunnya porsi penempatan dana pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sepanjang 2025, yang mendorong pengelola dana pensiun menyesuaikan alokasi asetnya.

Berdasarkan data per Oktober 2025, nilai penempatan investasi dana pensiun pada SRBI tercatat sebesar Rp4,09 triliun atau sekitar 1,06% dari total investasi. Angka tersebut menurun dibandingkan posisi akhir 2024, sejalan dengan berkurangnya penerbitan SRBI sepanjang tahun berjalan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengatakan penurunan porsi SRBI mendorong dana pensiun melakukan penyesuaian strategi investasi agar tetap selaras dengan kewajiban jangka panjang masing-masing program.
“Ke depan, SRBI masih berpotensi diminati sebagai instrumen jangka pendek dengan risiko rendah dan imbal hasil yang kompetitif, namun alokasi investasi dana pensiun tetap perlu disesuaikan dengan profil liabilitas (liability driven investment),” ujar Ogi dalam lembar jawaban tertulis, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: OJK Siapkan Regulasi Tokenisasi Aset Domestik Mulai 2026

Menurut Ogi, penyesuaian alokasi aset menjadi tantangan tersendiri di tengah pergerakan pasar keuangan yang semakin dinamis. Namun demikian, OJK menilai prospek pertumbuhan industri dana pensiun masih cukup kuat, baik untuk program pensiun wajib maupun sukarela, dengan peluang pertumbuhan dua digit ke depan.

“Strategi alokasi aset yang optimal juga menjadi tantangan bagi dana pensiun di tengah pergerakan pasar keuangan yang sangat dinamis,” kata Ogi.

Seiring berkurangnya penempatan pada SRBI, OJK juga mencatat peningkatan eksposur dana pensiun terhadap instrumen saham. Per Oktober 2025, nilai investasi dana pensiun di saham mencapai Rp24,66 triliun atau sekitar 6,37% dari total investasi. Sementara itu, investasi industri asuransi di saham tercatat sebesar Rp134,42 triliun atau sekitar 18% dari total investasi.

Baca Juga: Kredit UMKM Kontraksi, Bos OJK Beberkan Strategi di 2026

Membaiknya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai turut meningkatkan kepercayaan pelaku industri terhadap instrumen saham, termasuk bagi asuransi dan dana pensiun. Meski demikian, Ogi menegaskan pengelolaan portofolio investasi tetap harus dilakukan secara prudent dan sesuai regulasi.

“Namun demikian, pengelolaan portofolio investasi pada asuransi dan dana pensiun tetap harus mengacu pada ketentuan yang berlaku, dilaksanakan dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian serta memperhatikan profil risiko dan profil liabilitas pada masing-masing produk atau program yang dijalankan,” ujarnya.

Di sisi kinerja, tren imbal hasil investasi atau return on investment (ROI) dana pensiun menunjukkan perbaikan secara tahunan. Per Oktober 2025, ROI dana pensiun tercatat meningkat 1,45% secara year on year (yoy) menjadi 7,03%.

OJK mendorong pengelola dana pensiun untuk terus mengoptimalkan strategi alokasi aset serta meningkatkan edukasi kepada peserta, agar kinerja investasi tetap terjaga di tengah dinamika pasar keuangan yang berfluktuasi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: