Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Aset Industri Asuransi Tumbuh 5,96% hingga November

Aset Industri Asuransi Tumbuh 5,96% hingga November Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri asuransi nasional mencapai Rp1.194,06 triliun per November 2025, tumbuh 5,96% secara tahunan (year on year/yoy). 

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan bahwa stabilitas industri asuransi tetap terjaga seiring tingkat solvabilitas agregat yang berada pada level tinggi. 

“Kinerja industri perasuransian, penjaminan dan dana pensiun secara umum tetap stabil dan terjaga, ditopang oleh tingkat solvabilitas agregat yang tinggi,” ujar Ogi, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK Desember 2025 yang digelar di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga: Pertumbuhan Melambat, OJK Catat Premi Asuransi Komersial Hanya Naik 0,41%

Berdasarkan data OJK, mayoritas pertumbuhan aset industri asuransi berasal dari segmen asuransi komersial. Hingga November 2025, aset asuransi komersial tercatat tumbuh 7,49% (yoy) menjadi Rp971,22 triliun. Di sisi lain, pendapatan premi asuransi komersial sepanjang Januari–November 2025 mencapai Rp297,88 triliun atau tumbuh terbatas sebesar 0,41% (yoy).

Perbedaan kinerja premi masih terlihat antarsegmen. Premi asuransi jiwa tercatat mengalami kontraksi 0,75% (yoy) menjadi Rp163,88 triliun, sehingga menahan laju pertumbuhan premi industri secara keseluruhan. Sebaliknya, premi asuransi umum dan reasuransi masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1,88% (yoy) dengan nilai mencapai Rp134 triliun.

Baca Juga: OJK Ungkap Premi Industri Asuransi Capai Rp272 triliun Hingga Oktober 2025

Dari sisi permodalan, OJK menilai industri asuransi komersial berada dalam kondisi solid. Hal ini tercermin dari rasio risk-based capital (RBC) asuransi jiwa yang tercatat sebesar 488,69% per November 2025. Sementara itu, RBC asuransi umum dan reasuransi berada di level 342,88%, jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120%.

Sementara itu, aset asuransi nonkomersial yang mencakup BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta program jaminan bagi aparatur sipil negara, TNI, dan Polri tercatat sebesar Rp222,84 triliun per November 2025. Meski demikian, aset segmen ini masih mengalami kontraksi 0,23% secara tahunan.

Di luar industri asuransi, OJK juga mencatat kinerja positif pada sektor dana pensiun. Total aset dana pensiun tumbuh 10,72% (yoy) menjadi Rp1.662,16 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh program pensiun sukarela dengan aset Rp405,20 triliun atau tumbuh 6,82% (yoy), serta program pensiun wajib yang mencatatkan aset Rp1.256,95 triliun atau meningkat 12,04% (yoy).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: