- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Beberkan Kondisi Kinerja Keuangan 2025
Kredit Foto: Istimewa
PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) melakukan pemaparan kondisi kinerja keuangan, operasional, dan arah pengembangan usaha Perseroan dalam Paparan Publik Insidentil yang digelar secara virtual pada Rabu (7/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut Manajemen Perseroan menjelaskan bahwa pergerakan harga saham sepenuhnya dipengaruhi oleh dinamika pasar. Hingga pelaksanaan public expose, Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi material sesuai ketentuan pasar modal dan senantiasa menjalankan prinsip transparansi.
Menurut Direktur Utama BBRM Na’im Machzyumi, kinerja keuangan perseroan tahun 2025 menglami peningkatan positif, terutama ditopang oleh segmen Self Propelled Barge (SPB) yang mencatat pertumbuhan signifikan, seiring bertambahnya satu unit kapal yang mulai beroperasi sejak Oktober 2024. “Sementara segmen kapal penunjang lepas pantai mengalami penyesuaian kinerja akibat kegiatan docking armada,” imbuhnya.
Dijelaskan bahwa kinerja keuangan tahun 2025 (hingga September) BBRM meraih pendapatan operasional sebesar USD10,14 juta atau meningkat sekitar 9 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian laba bersih sebelum pajak tercatat sebesar USD6,1 juta, meningkat dibandingkan tahun 2024. Kinerja positif ini turut mendorong penguatan struktur keuangan perusahaan. Per 30 September 2025, total aset BBRM tercatat USD46,3 juta atau meningkat 7 % dari posisi akhir 2024. Kenaikan tersebut terutama berasal dari peningkatan kas dan setara kas.
Di sisi lain, liabilitas Perseroan menurun menjadi USD4,1 juta, seiring pelunasan sebagian kewajiban perbankan. Ekuitas pun meningkat menjadi USD42,1 juta, mencerminkan posisi keuangan yang semakin solid.
Na’im Machzyumi mengatakan, saat ini BBRM mengoperasikan 1 unit kapal SPB dan 4 unit kapal penunjang lepas pantai. Selain itu Perseroan sedang merampungkan pembangunan satu unit kapal penunjang lepas pantai tambahan yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Ke depan, manajemen menyiapkan berbagai langkah strategis. “Termasuk penambahan dan peremajaan armada, penerapan teknologi ramah lingkungan, penguatan hubungan dengan pelanggan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia,”tutup Na’im Machzyumi. **
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi
Tag Terkait:
Advertisement