Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Absen Bagi Dividen, BBRM Fokuskan Laba Bersih 2025 untuk Pengadaan Armada Kapal Baru

Absen Bagi Dividen, BBRM Fokuskan Laba Bersih 2025 untuk Pengadaan Armada Kapal Baru Kredit Foto: WE
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) baru saja menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025. Di tengah dinamika perekonomian global dan tensi geopolitik yang penuh ketidakpastian, Perseroan berhasil menjaga kinerja keuangan yang solid dengan mencatatkan total pendapatan sebesar USD 13.818.874. Angka ini tumbuh 2,9% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar USD 13.430.614.

​Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2025 sendiri telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hertanto, Grace & Karunawan dengan opini "Wajar dalam semua hal yang material".

​Kinerja Operasional dan Keuangan yang Tangguh

​Pertumbuhan pendapatan Perseroan pada tahun 2025 didorong oleh performa kuat dari dua segmen utama:

​Segmen Kapal Penunjang Lepas Pantai (OSV): Tetap menjadi kontributor utama yang menopang stabilitas keuangan dengan pendapatan USD 11.790.910 (menyumbang 85% dari total pendapatan). Tingkat utilisasi armada OSV mencapai 82,08% berkat peningkatan aktivitas eksplorasi laut dalam global.

​Segmen Kapal Self Propelled Barge (SPB): Mencatat lonjakan signifikan sebesar 24,3% menjadi USD 2.027.964. Performa ini dipicu oleh penambahan 1 unit kapal SPB baru yang mulai beroperasi sejak akhir tahun 2024.

​Dari sisi efisiensi, beban pokok pendapatan berhasil ditekan turun menjadi USD 7.166.325. Di akhir tahun buku 2025, Perseroan sukses membukukan laba bersih sebesar USD 6.269.701. Guna memperkuat struktur modal dalam menghadapi rencana pengembangan usaha ke depan, RUPS menyepakati bahwa Perseroan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Seluruh laba bersih akan dialokasikan untuk mendanai rencana penambahan armada baru.

​Struktur Neraca Semakin Kuat

​Per 31 Desember 2025, posisi keuangan Perseroan menunjukkan pertumbuhan yang sangat sehat:

​Total Aset: Naik menjadi USD 48.821.766 (meningkat USD 5,55 juta), didorong peningkatan kas dari pendapatan sewa serta investasi aset dalam penyelesaian 1 unit kapal OSV senilai USD 2,42 juta.

​Total Liabilitas: Turun 14% menjadi USD 4.551.675 berkat pembayaran cicilan utang bank (Kredit Investasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk) secara berkala.

​Total Ekuitas: Meningkat 17% menjadi USD 44.270.091 sejalan dengan perolehan laba tahun berjalan.

​Strategi 2026: Ekspansi Kapal PSV Senilai USD 22 Juta

​Menghadapi tahun 2026, Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan pertumbuhan konsumsi minyak global akan meningkat menjadi 930.000 barel per hari (barrels per day/bpd). Guna menangkap peluang pasar internasional yang terus berkembang di Indonesia, Malaysia, dan Thailand, Perseroan mengumumkan rencana strategis berskala besar.

​"Untuk menangkap peluang pasar yang terus berkembang, Perseroan berencana melakukan penambahan armada baru, yaitu membangun 1 (satu) unit kapal Platform Supply Vessel (PSV) dengan nilai investasi mencapai USD 22.000.000," jelas Direksi Perseroan dalam laporannya.

​Langkah ini melengkapi strategi peremajaan lini armada yang telah berjalan, di mana Perseroan aktif melakukan kegiatan dry docking preventif serta menjual kapal-kapal berusia tua untuk digantikan dengan kapal yang bernilai ekonomis lebih tinggi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi