Kredit Foto: Sufri Yuliardi
HSBC memperkirakan harga emas pada paruh pertama tahun ini berpotensi naik hingga US$5.000. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik dan tingginya tingkat utang global.
HSBC optimistis terkait dengan harga emas. Namun demikian, bank tersebut memangkas proyeksi harga rata-rata emas untuk tahun ini menjadi US$4.587. Penurunan proyeksi ini mencerminkan kekhawatiran bahwa reli harga yang terlalu tinggi dapat memicu koreksi pada paruh kedua tahun depan.
Baca Juga: Investasi ESDM 2025 Hanya US$ 31,7 Miliar, Sektor Listrik Jadi Titik Koreksi
HSBC menyebut koreksi harga bisa berlangsung lebih dalam apabila ketegangan geopolitik mereda atau jika siklus penurunan suku bunga dihentikan oleh Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).
“Kami melihat rentang harga yang luas pada tahun ini, antara US$3.950 - US$5.050. Adapun proyeksi harga akhir tahun di US$4.450. Perdagangan emas diperkirakan akan sangat volatil,” kata HSBC, Jumat (9/1).
HSBC juga menaikkan proyeksi harga rata-rata emas untuk tahun 2027 dan 2028 . Harga emas masing-masing tahun diprediksi akan mencapai US$4.625 dan US$4.700.
Baca Juga: Emiten Watch Indonesia (EWI) Resmi Hadir, Dorong Keterbukaan Informasi dan Perlindungan Investor
HSBC juga memperkenalkan proyeksi baru untuk tahun 2029. Harga rata-rata emas diperkirakan mencapai US$4.775.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement