Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dolar Menguat Jelang Rilis Data Nonfarm Payrolls AS

Dolar Menguat Jelang Rilis Data Nonfarm Payrolls AS Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap euro dan franc pada Kamis (8/1). Kenaikan terjadi seiring investor menanti rilis data ketenagakerjaan utama nonfarm payrolls yang dinilai krusial untuk mengukur kekuatan pasar tenaga kerja serta arah kebijakan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Dilansir dari Reuters, Jumat (9/1), Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kinerja mata uang greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,2% ke 98,922.

Baca Juga: Resmi Berlaku! Purbaya Sebut Aturan Parkir Dolar DHE SDA di Himbara Sudah Diteken Prabowo

Dari Amerika Serikat, data terbaru menunjukkan jumlah warga yang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran meningkat moderat pekan lalu menyusul tingkat pemutusan hubungan kerja yang masih relatif rendah. Sementara itu, lowongan pekerjaan turun lebih dalam dari perkiraan pada November.

“Pasar masih mencari bukti yang lebih jelas mengenai arah perekonomian,” kata Senior Global Market Strategist State Street, Marvin Loh.

Ia menambahkan, konsensus pasar saat ini masih memperkirakan dolar akan melemah ke depan karena bank sentral diperkirakan tetap memangkas suku bunga dolar. Pelaku pasar saat ini memperhitungkan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, meski bank sentral mengindikasikan hanya satu kali pemangkasan pada 2026.

The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Jabatan Ketua The Fed Jerome Powell akan berakhir pada Mei.

Adapun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berpotensi menghadapi tekanan tambahan terhadap dolar apabila kebijakan tarif dinyatakan tidak sah oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Trump juga mengatakan anggaran militer pada tahun depan seharusnya mencapai US$1,5 triliun. Hal itu memicu kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya beban utang dan risiko premi yang lebih tinggi pada aset-aset dari AS.

Baca Juga: JIBOR Pensiun! BI Resmi Gunakan INDONIA Sebagai Acuan Suku Bunga

“Saya pikir untuk sementara dolar akan bergerak dalam kisaran terbatas sampai ada kejelasan apakah bank sentral akan melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga, dan apakah pemangkasan itu akan dilakukan lebih agresif seiring perubahan kepemimpinan akhir tahun ini,” ujar Loh.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: