Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan di Jumat (9/1). Data ekonomi terbaru memperkuat pandangan bahwa suku bunga akan ditahan oleh Federal Reserve (The Fed) di Januari 2026.
Dilansir dari Reuters, Senin (12/1), Indeks Dolar (DXY) naik 0,25% ke 99,13. Ia berada dalam jalur mencatatkan kenaikan untuk pekan kedua berturut-turut.
Baca Juga: Bank Sentral China Siap Pangkas Suku Bunga di 2026
Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan tingkat pengangguran pada bulan lalu turun menjadi 4,4%. Di sisi lain, jumlah lapangan kerja yang bertambah hanya mencapai 50.000. Data tersebut menandakan pasar tenaga kerja masih cukup stabil, meski laju pertumbuhannya melambat.
Kepala Riset Valuta Asing G10 Global Standard Chartered, Steve Englander menilai pasar tidak akan bereaksi berlebihan terhadap data tersebut.
“Dalam praktiknya, margin kesalahan standar untuk data nonfarm payrolls sekitar 20.000. Saya rasa pasar tidak akan terlalu memperhatikan angka ini,” ujarnya.
Data ketenagakerjaan terbaru ini dinilai memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga pinjaman jangka pendek. Investor kini memperkirakan probabilitas bahwa suku bunga akan ditahan sebesar 95%.
Sementara itu, pasar keuangan tengah bersiap menghadapi kemungkinan putusan pengadilan terkait dengan legalitas kebijakan tarif dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca Juga: BOJ: Jepang Akan Terus Naikkan Suku Bunga Jika Ekonomi Sesuai Proyeksi
Sebelumnya, pngadilan menyatakan tidak akan mengeluarkan putusan tersebut untuk saat ini, meskipun keputusan masih berpotensi diumumkan dalam pekan ini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Advertisement