Kredit Foto: Istimewa
Harga minyak mentah dunia melonjak pada Selasa (13/1). Investor tengah mengkhawatirkan potensi gangguan pasokan dari Iran. Hal itu menimbulkan premi risiko geopolitik yang semakin tinggi.
Dilansir dari Reuters, Rabu (14/1), Brent futures naik sekitar 2,5% ke US$65,47. Sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) naik 2,8% ke US$61,15.
Baca Juga: Peringatkan Trump, Rusia Tidak Akan Lepaskan Aset Minyaknya di Venezuela
Analis mengatakan pasar tengah membangun proteksi harga terhadap risiko geopolitik, terutama kemungkinan penurunan ekspor minyak dari Iran. Hal itu menyusul protes besar dan potensi intervensi militer dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Iran menghadapi gelombang protes anti-pemerintah terbesar dalam bertahun-tahun, yang telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan ribuan lainnya ditangkap.
Trump memperingatkan kemungkinan tindakan militer atas kekerasan terhadap para demonstran dan menyatakan akan mengenakan tarif tambahan terhadap negara yang berdagang dengan Iran.
Ia juga menyatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan bagi para demonstran, serta telah membatalkan pertemuan dengan pejabat dari Iran.
Sementara itu, pasar energi juga memantau prospek pasokan tambahan dari Venezuela. Trump mengatakan bahwa negara itu akan menyerahkan hingga lima puluh juta barel minyak yang dikenai sanksi kepada AS.
Baca Juga: Pertamina EP Berhasil Genjot Produksi Minyak, Naik 6,6% Sepanjang 2025
Kenaikan harga minyak juga dipengaruhi oleh persepsi risiko geopolitik yang meningkat secara lebih luas, termasuk dinamika konflik di Eropa Timur.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Advertisement