Kredit Foto: Dok. Kemendikdasmen
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, berharap SMA Negeri 11 Tasikmalaya di Jawa Barat dapat meperluas akses pendidikan.
Dan pembangunan sekolah menengah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan menengah di Kecamatan Bungursari.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Manfaat RDMP Balikpapan Bagi Kemandirian Energi
Ini disampaikan Wamendikdasmen saat meresmikan SMA Negeri 11 Tasikmalaya sebagai unit sekolah baru di Kecamatan Bungursari dan revitalisasi 24 satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA Tahun 2025 di Kota Tasikmalaya pada Minggu (11/1).
"Kehadiran SMA Negeri 11 Tasikmalaya ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Bungursari,” ujar Atip, dikutip dari siaran pers Kementendikdasmen, Rabu (14/1).
Merujuk data, Kota Tasikmalaya menerima bantuan revitalisasi untuk 24 satuan pendidikan, yang terdiri atas 4 PAUD, 8 SD, 8 SMP, dan 4 SMA, meliputi pembangunan toilet beserta sanitasinya, pembangunan area bermain dan Alat Permainan Edukatif (APE) luar ruang untuk PAUD, rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru beserta perabot, pembangunan ruang laboratorium, hingga pembangunan ruang administrasi sekolah.
Lebih lanjut, Wamen Atip menjelaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan kebijakan strategis pemerintah pusat yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.
Melalui perbaikan sarana dan prasarana, pemerintah berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan mendukung proses pembelajaran berkualitas.
“Salah satu wujud nyata program pemerintah di bidang pendidikan untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan bermutu adalah melalui revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan,” ungkapnya.
Atip menambahkan bahwa kebijakan pendidikan di era Presiden Prabowo Subianto menekankan orientasi pada kualitas, baik dari sisi sarana dan prasarana, penguatan literasi dan numerasi, maupun pengembangan kecerdasan abad ke-21.
“Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kompetensi, pemahaman, dan penguasaan pengetahuan pada bidang-bidang tertentu,” jelasnya.
Apresiasi dan Dukungan Pemda Jaga Kebermanfaatan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di wilayahnya.
Menurutnya, kondisi infrastruktur pendidikan di Kota Tasikmalaya masih memerlukan perhatian dan peningkatan, sehingga program revitalisasi sangat dibutuhkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Advertisement