Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Minyak Turun, Trump Sebut Kekerasan Sudah Reda di Iran

Harga Minyak Turun, Trump Sebut Kekerasan Sudah Reda di Iran Kredit Foto: PT Kilang Pertamina Internasional
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga minyak dunia turun tajam pada perdagangan di Kamis (15/1). Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pembunuhan dalam penindakan pemerintah terhadap protes nasional mulai mereda di Iran. 

Dilansir dari Reuters, Minyak Brent turun 2,5% ke US$64,85. Sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 2,5% ke US$60,48.

Baca Juga: Peringatkan Trump, Rusia Tidak Akan Lepaskan Aset Minyaknya di Venezuela

Komentar Trump mengurangi ketakutan pasar terhadap kemungkinan serangan militer darinya ke Iran. Trump mengatakan ia mendapat laporan bahwa pembunuhan terhadap demonstran anti-pemerintah telah berkurang dan tidak ada rencana untuk melakukan eksekusi dalam skala besar di Teheran.

“Tekanan jual mendominasi karena ekspektasi bahwa dia tidak akan melakukan aksi militer terhadap Iran,” kata Kepala Strategi Nissan Securities Investment, Hiroyuki Kikukawa.

Ia menambahkan, sentimen negatif juga datang dari kenaikan persediaan minyak mentah yang lebih besar dari perkiraan di AS. Menurut Kikukawa, meskipun risiko geopolitik tetap tinggi dan kejadian tak terduga masih bisa mengganggu keseimbangan pasokan dan permintaan, harga minyak dari negara tersebut kemungkinan akan bergerak di US$55–US$65.

Amerika Serikat juga mulai menarik sebagian personelnya dari pangkalan militer di Timur Tengah. Iran di sisi lain mengatakan pihaknya telah memperingatkan negara-negara tetangganya bahwa mereka akan menyerang pangkalan terdekat jika ada serangan dari AS.

Data Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat menunjukkan persediaan minyak mentah dan bensin naik lebih besar dari perkiraan pekan lalu. Stok minyak mentah naik menjadi 422,4 juta barel di 9 Januari.

Baca Juga: Pertamina EP Berhasil Genjot Produksi Minyak, Naik 6,6% Sepanjang 2025

Sementara Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menyatakan permintaan minyak global diperkirakan tumbuh pada laju yang serupa pada 2027. OPEC juga mempublikasikan data yang menunjukkan pasokan dan permintaan minyak global hampir seimbang pada 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: