Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

LamiPak Indonesia Dorong Integrasi Program Susu Gratis dalam MBG

LamiPak Indonesia Dorong Integrasi Program Susu Gratis dalam MBG Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak Indonesia), produsen kemasan aseptik hari ini resmi menyosialisasikan gelaran Anugerah Jurnalistik LamiPak (AJL) 2026.

Mengusung tema "Satu Kotak Susu, Sejuta Harapan: Mengawal Ketahanan Gizi Menuju Indonesia Emas 2045", ajang ini menjadi seruan bagi para insan pers untuk mengawal kebijakan pemenuhan gizi nasional, khususnya melalui integrasi program susu gratis dalam skema Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Utama PT Lami Packaging Indonesia Hongbiao Li mengatakan tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat konsumsi susu nasional saat ini hanya berkisar di angka 16,3 kg per kapita per tahun.

Angka ini jauh tertinggal dibandingkan negaranegara tetangga di Asia Tenggara seperti Thailand (33 kg), Malaysia (50,9 kg), hingga Singapura yang  jauh lebih tinggi. 

Li menilai rendahnya konsumsi susu berisiko menghambat ambisi Indonesia mencapai masa keemasan di tahun 2045. 

"Kami mendukung program susu gratis yang disisipkan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Susu bukan sekadar pelengkap, melainkan instrumen vital untuk memerangi stunting dan meningkatkan kecerdasan kognitif generasi muda. Melalui AJL 2026, kami ingin jurnalis menjadi  jembatan informasi untuk mengawal kebijakan ini agar tepat sasaran," kata Hongbiao Li dalam kesempatan temu media di Pabrik PT Lami Packaging Indonesia di Cikande, Serang, Banten, Selasa  (20/1/2026).

Ia menambahkan selain aspek distribusi, tantangan utama dalam program susu nasional adalah menjaga kualitas nutrisi agar tetap terjaga hingga ke tangan anak-anak di seluruh pelosok Nusantara.

"Di sinilah peran teknologi kemasan menjadi kunci," kata Public Relations Manager PT Lami Packaging Indonesia, Ahmad Rizalmi.

Rizalmi menambahkan LamiPak Indonesia berkomitmen menyediakan solusi kemasan aseptik berkualitas tinggi yang mampu menjaga sterilitas susu tanpa memerlukan bahan pengawet.

"Logistik di Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tantangan suhu dan waktu. Kemasan aseptik LamiPak dirancang dengan teknologi perlindungan berlapis yang memastikan nutrisi susu tetap utuh  meski didistribusikan ke wilayah pelosok tanpa rantai dingin (cold chain). Kami ingin memastikan  bahwa 'Satu Kotak Susu' yang diterima anak-anak di daerah terpencil memiliki kualitas yang sama baiknya dengan di kota besar,” tutur Ahmad Rizalmi.

Sementara, terkait tingkat konsumsi susu di Indonesia tergolong masih rendah, salah satu faktor utama penyebabnya adalah tantangan distribusi di wilayah kepulauan Indonesia.

Sebagai produk bernutrisi yang mudah rusak, susu membutuhkan sistem yang mampu menjaga kualitas dan keamanannya dari  proses produksi hingga dikonsumsi.  

"Di banyak wilayah, keterbatasan infrastruktur rantai dingin menjadi kendala utama, yang meningkatkan risiko penurunan mutu serta membatasi akses masyarakat terhadap produk susu yang aman. Akibatnya, masyarakat di daerah terpencil dan tertinggal sering kali menghadapi ketimpangan  akses terhadap pangan bergizi," terangnya lagi. 

Baca Juga: Ditargetkan Segera Rampung, KNMP Bakal Dukung Program MBG

Tantangan ini menjadi semakin relevan dalam konteks Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang  dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia, di mana susu menjadi salah satu komponen nya.

Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk, tetapi juga pada kemampuan sistem distribusi untuk memastikan susu dapat disalurkan secara aman dan efisien ke  seluruh wilayah.

"Tanpa dukungan pengemasan yang memadai, dampak gizi yang diharapkan dari program ini tidak akan tercapai secara optimal,” imbuhnya.  

Ia menilai kemasan aseptik menawarkan solusi praktis dengan memungkinkan distribusi susu tanpa memerlukan  pendinginan, sekaligus menjaga keamanan dan kualitas nutrisi produk. Teknologi ini memungkinkan susu menjangkau wilayah-wilayah yang lebih luas dan terpencil, sehingga mendukung pemerataan akses gizi di seluruh Indonesia.  

Untuk diketahui, Anugerah Jurnalistik LamiPak 2026 akan dinilai oleh jajaran juri yang memiliki integritas tinggi di bidang  jurnalistik dan komunikasi, yakni Alexander Sudrajat (detik.com), Jajang Dirajanegara (iNews TV), Ujang Sunda (Rakyat Merdeka), dan Yoki Yusanto (Praktisi Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: