- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Pipa Gas TGI Bocor Rugikan Negara 2 Juta Barel, Bahlil Sanksi Pejabat ESDM & BUMN
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi kehilangan potensi produksi minyak nasional hingga sekitar 2 juta barel pada awal 2026 akibat kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Sumatera.
Insiden ini terjadi pada 2 Januari 2026 di jalur Grissik–Duri (GD) KP 222, Desa Batu Ampar, Riau, dan berdampak langsung pada terganggunya operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai tulang punggung produksi minyak nasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (23/1/2026). Menurutnya, kebocoran pipa menyebabkan pompa angguk PHR tidak dapat beroperasi secara maksimal sehingga memicu kehilangan produksi di awal tahun.
“Nah izin pimpinan kami laporkan bahwa kita di awal tahun ini mengalami ada sedikit musibah kecil di Sumatera. Pipa kita bocor yang kehilangan potensi loss kurang lebih sekitar 2 juta barel di awal tahun,” ujar Bahlil.
Bahlil menilai insiden tersebut tidak semata-mata sebagai kecelakaan teknis, melainkan juga akibat kurangnya mitigasi dan kesiapsiagaan tim teknis di lapangan. Ia menyebut adanya unsur “ketidakikhtiaran” dalam pengelolaan risiko operasional infrastruktur migas.
Sebagai bentuk akuntabilitas, Bahlil menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas kepada pejabat di lingkungan Kementerian ESDM maupun BUMN terkait yang dinilai bertanggung jawab atas kegagalan operasional tersebut.
“Jadi pipanya yang bocor tapi ini saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait karena saya anggap itu sebuah betul dari kecelakaan tapi ada sebuah ketidakikhtiaran dari kami,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan bahwa proses perbaikan pipa gas TGI telah berjalan dan kondisi operasional berangsur pulih. Ia menargetkan produksi PHR kembali normal sepenuhnya pada Jumat (23/1/2026).
“Kemarin saya komunikasi (dengan PHR dan TGI) informasinya dalam 2 hari ke depan (normal),” kata Laode saat ditemui di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Deadline Besok! Pemerintah Targetkan Pipa Gas TGI Normal 7 Januari
Insiden kebocoran pipa ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah, mengingat target lifting minyak dalam RAPBN 2026 dipatok sebesar 610.000 barel per hari (BOPD). Target tersebut meningkat dibandingkan realisasi lifting tahun 2025 yang mencapai 605.300 BOPD, sekaligus sedikit melampaui target APBN 2025 sebesar 600.000 BOPD.
Untuk menutup potensi kehilangan produksi akibat gangguan infrastruktur tersebut, Kementerian ESDM mempercepat sejumlah langkah strategis. Salah satu fokus utama adalah reaktivasi sumur-sumur tua secara masif guna menambah pasokan minyak nasional dalam jangka pendek.
Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah juga mendorong percepatan perizinan bagi sekitar 40.000 sumur minyak masyarakat yang tersebar di Jambi, Sumatera Selatan, dan Jawa Tengah. Sumur-sumur tersebut diharapkan dapat segera berkontribusi terhadap produksi nasional sehingga target lifting 2026 tetap dapat dijaga meskipun sempat terganggu oleh kebocoran pipa di awal tahun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Advertisement