Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga emas akhir tahun menjadi US$5.400. Mereka balasan meningkatnya diversifikasi aset ke emas oleh sektor swasta dan bank sentral negara berkembang.
Harga emas spot sebelumnya mencetak rekor tertinggi di US$4.988. Logam mulia tersebut telah menguat lebih dari sebelas persen sepanjang tahun 2026. Hal itu didorong permintaan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian kebijakan global.
Baca Juga: Kalah Pamor Lawan Emas, Bitcoin (BTC) Gagal Tembus US$90.000
“Kami mengasumsikan pembeli emas dari sektor swasta, yang menggunakan emas untuk melindungi risiko kebijakan global dan mendorong kenaikan di atas proyeksi kami, tidak akan melepas kepemilikan emas mereka pada 2026,” tulis Goldman Sachs.
Goldman Sachs juga memperkirakan pembelian emas oleh bank sentral akan rata-rata mencapai enam puluh ton sepanjang 2026. Permintaan tersebut terutama berasal dari bank sentral negara berkembang yang terus mendiversifikasi cadangan devisa mereka ke emas.
Baca Juga: Di Davos, Presiden Prabowo Tegaskan Supremasi Hukum sebagai Fondasi Investasi dan Keadilan Sosial
Diversifikasi cadangan ke emas dinilai menjadi tren berkelanjutan, seiring upaya negara-negara berkembang mengurangi ketergantungan pada aset berbasis dolar AS dan meningkatkan stabilitas cadangan mereka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement