Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kenapa Menonton Drama Korea Bisa Bikin Kecanduan?

Warta Ekonomi, Jakarta -

"Usaha Korea Selatan dalam mempopulerkan budaya mereka melalui “Hallyu” kini dapat dirasakan di berbagai negara belahan dunia, termasuk Indonesia.

Hal tersebut dibuktikan dengan seiring meningkatnya minat masyarakat global dengan hal-hal yang berbau Korea. Mulai dari musik, fesyen, hingga drama Korea.

Kepopuleran drama Korea tak hanya didukung oleh alur cerita yang menarik tapi juga unsur-unsur lain yang membuat penonton memiliki ikatan emosi dengan kisah yang disuguhkan.

Sebagian penonton drama Korea, mungkin mengenal istilah “maraton drama” yang berarti menonton drama dalam banyak episode sekaligus.

Hal tersebut dikarenakan kisah drama Korea menimbulkan efek candu yang membuat penonton ingin terus melanjutkan cerita.

Bahkan setelah episode terakhir selesai terkadang penonton merasa sedih karena kisah favoritnya telah berakhir.

Seorang profesor di bidang studi Asia-Amerika, Ji-yeon, mengatakan bahwa manusia pada dasarnya memang menyukai sensasi emosi yang campur aduk yang ada dalam alur cerita, terlepas dari endingnya yang akan bahagia, sedih, ataupun menggantung.

Hal itu juga membuat penonton memiliki ikatan emosi dengan drama Korea.

Secara tidak langsung mereka dapat merasakan sebuah pengalaman yang mungkin belum pernah diperoleh di dunia nyata. Pada intinya drama Korea tersebut dapat memenuhi kebutuhan afeksi para penontonnya.

Kenapa Drama Korea Menimbulkan Candu?

Melansir dari laman onetvasia.com, ada beberapa hal yang membuat drama Korea menimbulkan rasa candu.

Pertama jika melihat dari alur cerita, drama Korea menghadirkan sebuah kisah yang jauh lebih menarik dan emosional yang mungkin jarang kita rasakan di kehidupan sehari-hari.

Mulai dari kisah romansa yang indah hingga cerita penuh penderitaan. Secara psikologis manusia menyukai kisah dengan permainan emosi "roller coaster" yang bisa didapatkan dari drama Korea.

Faktor berikutnya yakni para pemeran drama Korea yang memiliki wajah rupawan serta gaya yang fashionable. Selama menyaksikan drama Korea, penonton akan dibuat terpesona dengan penampilan para pemeran drama Korea.

Selain itu, drama Korea juga dianggap memiliki adegan-adegan yang lebih sopan dibandingkan dengan film dan serial Amerika.

Hal tersebut dikarenakan dalam drama Korea sangat minim dalam penggunaan kata kotor ataupun kata yang mengandung kekerasan.

Saat menyaksikan drama Korea penonton juga mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang Korea, mulai dari budaya, bahasa, hingga makanan-makanan khas Negeri Gingseng tersebut.

Terlepas dari rasa candu yang disebabkan oleh drama Korea, seorang psikolog dan peneliti dari University of New York, Matthew Gizzard mengatakan bahwa orang yang sering dan intens menonton drama romantis cenderung menjadi pribadi yang lebih sensitif.

Orang-orang tersebut memiliki sikap yang lebih peka sehingga lebih peduli terhadap orang lain, menyukai keadilan, setia, menghormati otoritas, serta menghargai ketulusan.

Namun, perlu diketahui bahwa menonton kisah romantis juga memiliki dampak negatif.

Terlebih lagi jika seseorang tak dapat membedakan realita dan menyamakan kehidupan yang dijalani seperti dalam drakor.

Julie Lippman, Profesor asal University of Michigan, mengatakan bahwa drama romantis bisa membuat penonton lebih sensitif dan naif. 

Apa yang Harus Dilakukan Penonton agar Tidak Kecanduan Drama Korea?

Seperti yang dikatakan sebelumnya, kecanduan drama Korea memiliki dampak negatif bagi penonton.

Selain membuat penonton menyamakan realita dengan kisah dalam drama Korea, aktivitas menonton yang berlebihan juga membuat seseorang mengabaikan aktivitas lain seperti belajar, istirahat, hingga menunda pekerjaan demi menonton drama.

Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar tidak kecanduan drama Korea.

Pertama, batasi waktu menonton harian. Cobalah untuk mengendalikan rasa penasaran dengan cara membatasi waktu menonton drama Korea.

Misalnya, dalam satu hari hanya boleh menonton satu episode drama dan setelah itu coba alihkan diri dengan aktivitas produktif lain.

Berikutnya jadikan menonton sebagai self-reward. Aktivitas menonton drama Korea memang bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan asal tidak berlebihan.

Anda bisa menjadikan kegiatan menonton drakor ini sebagai self-reward setelah melakukan pekerjaan. Sebaliknya jangan menonton drama saat sedang memiliki banyak pekerjaan.

Selain menonton drama Korea masih banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan seperti membaca novel, berkumpul dengan teman, memasak, mendekorasi kamar, atau berkunjung ke tempat baru yang menyenangkan.

Baca Juga: Mengupas Peran Pengembangan Infrastruktur Strategis dalam Memperkuat Investasi Manufaktur Indonesia-Korea

Beberapa aktivitas tersebut dapat menjadi opsi yang bisa mengalihkan rasa kecanduan terhadap drama Korea.

Perlu diingatkan lagi bahwa melakukan hal yang disukai memang sah-sah saja, asal tidak berlebihan hingga menyebabkan dampak negatif. (WE Trivia/Sabriena Yully Puspita)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: