Kredit Foto: Istimewa
Kunci penting dalam personal finance atau keuangan pribadi adalah pada pengelolaannya.
Melalui pengelolaan yang baik, uang dapat dimanfaatkan secara optimal. Namun, perlu diingat bahwa mengelola keuangan pribadi tidak sebatas hanya sebanyak-banyaknya menabung.
Menurut Annuity.org, pengelolaan keuangan pribadi dimaknai sebagai langkah penganggaran, pengeluaran, dan penyimpanan uang.
Langkah tersebut dilakukan dengan menimbang risiko, tujuan, dan pembacaan situasi. Oleh karena itu, bentuk pengelolaan keuangan pribadi bisa saja berbeda setiap orang.
Meskipun begitu, ada beberapa alasan umum kenapa seseorang harus belajar mengelola keuangan pribadi, yaitu tercapainya dana darurat dan financial freedom.
Dana darurat adalah tujuan keuangan pertama yang harus segera dicapai. Seperti namanya, dana ini akan dimanfaatkan untuk membayar kebutuhan yang tidak terduga.
Menurut pakar keuangan pribadi, Dave Ramsey, jumlah dana darurat yang ideal adalah setara dengan 3-6 bulan biaya hidup.
Meskipun harus disimpan, dana darurat berbeda dengan dana yang diinvestasikan. Jika Anda memutuskan menyimpan dana darurat ke dalam skema yang menguntungkan, pastikan likuiditasnya mudah supaya dapat cepat dimanfaatkan ketika dibutuhkan.
Financial freedom adalah alasan penting lainnya kenapa kita perlu belajar mengelola keuangan pribadi.
Istilah ini dimaknai sebagai kondisi ketika bunga atau pasif income dari tabungan dapat digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari.
Raditya Dika, sebagai salah satu influencer yang beberapa kali membahas soal keuangan memiliki rumus unik dalam menentukan jumlah tabungan persiapan financial freedom.
Dalam percakapannya di channel Youtube Dodit Mulyanto 19 Juni 2022, Raditya Dika menyebut jumlah tabungan tersebut setara dengan pengeluaran satu tahun dikalikan 25.
Dampak Negatif Pengelolaan Keuangan Pribadi yang Buruk
Menurut apa.org atau American Psychological Association dalam “Stress in America: A National Mental Health Crisis”, sumber stres 64 persen orang dewasa adalah masalah keuangan.
Meskipun angkanya tidak sama persis, data tersebut bisa menjadi cerminan termasuk bagi masyarakat Indonesia.
Buruknya kondisi keuangan seseorang memang dapat memunculkan masalah negatif pada persoalan lain.
Melansir Clever Girl Finance dalam artikel “Why Is Personal Finance Important?”, setidaknya ada dua masalah yang akan dihadapi oleh seseorang yang tidak mengelola keuangan pribadi dengan baik.
Pertama, seseorang dapat terjerat utang. Hal ini mengartikan bahwa seseorang juga tidak memiliki tabungan dan tidak mampu mencapai tujuan-tujuan keuangan lainnya.
Baca Juga: Kenapa Orang yang Menerapkan Filosofi Stoikisme Hidup Lebih Tenang?
Kedua, kondisi keuangan yang buruk akan mempengaruhi kondisi kesehatan.
Melansir Men’s Health dalam sebuah artikel berjudul “Stress About Money Is Doing a Number on Your Heart Health”, buruknya kondisi finansial tidak hanya menyebabkan stres tetapi juga bisa memicu penyakit jantung. (WE Trivia/Amry Nur Hidayat)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement